Ilham Bingung Kasusnya Tak Kunjung Dilimpahkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ilham Bingung Kasusnya Tak Kunjung Dilimpahkan

JAKARTA – Tersangka dugaan korupsi PDAM Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, menyimpan banyak tanya terkait penanganan KPK atas kasusnya. Hingga kini, Ilham bertanya-tanya mengapa kasusnya tak kunjung P21 atau dilimpahkan.

“Kami memang bertanya-tanya kenapa belum ada pelimpahan. Padahal kalau bicara soal waktu, rasanya KPK sudah punya waktu sangat banyak,” keluh Ilham melalui kuasa hukumnya, Aliyas Ismail, Selasa 10 Agustus 2015.

Hemat Aliyas, ketika KPK memutuskan menahan Ilham, tentu dua alat bukti sudah cukup. Nyatanya, 35 hari Ilham ditahan, tanda akan dilimpahkan belum kunjung ada. “Tanggal 15 Pak Ilham ditahan, 35 hari setelahnya, belum ada tanda-tanda pelimpahan. Ini sudah diperpanjang satu kali,” tegas Aliyas.

Aliyas menilai, banyak sekali cara KPK mentersangkakan Ilham. Mulai dari ditersangkakan 1 tahun tanpa kepastian, lalumenang praperadilan pertama tapi  ditersangkakan lagi, kemudian di praperadilan kedua terbukti perhitungan dugaan kerugian negara belum ada tapi tetap dikalahkan.

“Wajar sekali kalau klien kami merasa dipermainkan oleh KPK. Klien kami merasa hak asasinya diperkosa oleh KPK. Apalagi sekarang. Setelah 35 hari ditahan, belum juga dilimpahkan ke pengadilan tipikor. Ini ada apa yah?” tegas Aliyas Ismail.

Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang penahanan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, dalam kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerja sama rehabilitasi dan transfer kelola air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.

“Perpanjangan penahanan untuk 40 hari per 29 Juli,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha beberapa waktu lalu. KPK menahan Ilham sejak 10 Juli 2015. (hrm)

Click to comment
Ragam

Ilham Bingung Kasusnya Tak Kunjung Dilimpahkan

JAKARTA – Tersangka dugaan korupsi PDAM Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, menyimpan banyak tanya terkait penanganan KPK atas kasusnya. Hingga kini, Ilham bertanya-tanya mengapa kasusnya tak kunjung P21 atau dilimpahkan.

“Kami memang bertanya-tanya kenapa belum ada pelimpahan. Padahal kalau bicara soal waktu, rasanya KPK sudah punya waktu sangat banyak,” keluh Ilham melalui kuasa hukumnya, Aliyas Ismail, Selasa 10 Agustus 2015.

Hemat Aliyas, ketika KPK memutuskan menahan Ilham, tentu dua alat bukti sudah cukup. Nyatanya, 35 hari Ilham ditahan, tanda akan dilimpahkan belum kunjung ada. “Tanggal 15 Pak Ilham ditahan, 35 hari setelahnya, belum ada tanda-tanda pelimpahan. Ini sudah diperpanjang satu kali,” tegas Aliyas.

Aliyas menilai, banyak sekali cara KPK mentersangkakan Ilham. Mulai dari ditersangkakan 1 tahun tanpa kepastian, lalumenang praperadilan pertama tapi  ditersangkakan lagi, kemudian di praperadilan kedua terbukti perhitungan dugaan kerugian negara belum ada tapi tetap dikalahkan.

“Wajar sekali kalau klien kami merasa dipermainkan oleh KPK. Klien kami merasa hak asasinya diperkosa oleh KPK. Apalagi sekarang. Setelah 35 hari ditahan, belum juga dilimpahkan ke pengadilan tipikor. Ini ada apa yah?” tegas Aliyas Ismail.

Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang penahanan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, dalam kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerja sama rehabilitasi dan transfer kelola air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.

“Perpanjangan penahanan untuk 40 hari per 29 Juli,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha beberapa waktu lalu. KPK menahan Ilham sejak 10 Juli 2015. (hrm)

Click to comment
To Top