Tukang Ojeg Ditemukan Tewas Diatas Motor dengan M16 Menancap di Punggung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Tukang Ojeg Ditemukan Tewas Diatas Motor dengan M16 Menancap di Punggung

TULUNGAGUNG – Warga Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat di jalan hutan masuk wilayah Dusun Ngledok kemarin pagi (10/8). Laki-laki itu diduga menjadi korban pembunuhan. Sebab, ketika mayat ditemukan, ada sebuah pisau yang menancap di punggung.

Berdasar identitas yang ditemukan di lokasi, mayat tersebut diketahui bernama Heri Slamet, 52, warga Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Mayat itu ditemukan Sakidi, warga setempat, sekitar pukul 05.30. Awalnya dia melintasi lokasi tersebut saat hendak mencari rumput.

Kondisi mayat saat ditemukan masih dalam kondisi utuh dan berpakaian lengkap. Posisinya tengkurap di atas sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernopol AG 3166 TL. ”Pak Sakidi melihat orang yang tengkurap di jalan cor di atas motornya,” ungkap Kepala Desa (Kades) Winong Sujono saat ditemui di lokasi kejadian kemarin.

Mengetahui mayat seorang pria, Sakidi langsung melapor ke aparat desa. Lalu, penemuan mayat tersebut dilaporkan kepada polisi. ”Kami langsung melaporkan penemuan mayat itu ke polisi. Warga pun tak berani memegang atau mengubah posisi mayat,” kata Sujono.

Beberapa saat kemudian, polisi dan tim identifikasi Polres Tulungagung tiba di lokasi. Tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasar hasil olah TKP sementara, petugas menemukan identitas korban berupa KTP, SIM, dan STNK. Semuanya berada di dalam dompet yang berada di saku celana korban.

Polisi juga memeriksa pisau yang menancap di bagian punggung atas dekat leher korban. Pisau yang diketahui jenis M16 itu menembus jaket kulit dan kaus hijau yang dipakai korban. Berdasar informasi yang didapat polisi, korban sehari-hari berprofesi tukang ojek di Terminal Gayatri.

Lokasi kejadian merupakan akses alternatif menuju Desa Joho dan Pasar Betak. Karena itu, meski jalan hanya dicor semen dan kondisinya sempit, banyak warga yang melintasinya.

”Kondisi jalan memang naik turun. Saat pagi dan siang, suasana jalan cukup ramai. Jika malam sepi karena minim penerangan,” kata Subagyo, warga sekitar. (wen/ris/c10/dwi)

Click to comment
To Top