13 Kecamatan Krisis Air Bersih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

13 Kecamatan Krisis Air Bersih

CILACAP, RAJA – Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah menyatakan setidaknya 70 desa di 13 kecamatan kabupaten pesisir ini mengalami krisis air bersih.

Krisis air bersih terjadi setiap tahun pada musim kemarau,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Supriyanto, Selasa (11/8).

Data BPBD Cilacap menunjukkan ada 77 desa yang mengalami krisis air bersih pada 2014 lalu. Namun, pada tahun ini Supariyanto mengklaim jumlah tersebut telah berkurang.

“Ada pembangunan jaringan PDAM di Patimuan, ada juga pembuatan sumur komunla yang dibangun di kecamaatan Kawunganten dan kecamatan lain yang terdampak kekeringan,” jelasnya.

Enam desa diidentifikasi sebagai kecamatan paling rawan krisis air bersih. Yakni, Kecamatan Patimuan, Kedungreja, Gandrungmangu, Bantarsari, Sidareja dan Kawunganten.

“Ini daerah berawa dan pasang rob sehingga air sumurnya pada musim kemarau tidak bisa dikonsumsi,” ujarnya.

BPBD menyiapkan 1000 tangki bantuan air bersih untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Selian itu, ada pula persediaan bantuan air bersih yang disediakan oleh Bakorwil III Jawa Tengah.

“Kami siap jika sewaktu-waktu ada desa yang meminta kiriman air bersih. Armada air bersih juga telah kami sediakan,” tegasnya.

Supriyanto menambahkan, BPBD Cilacap hanya mengirimkan bantuan air bersih jika diminta oleh desa bersangkutan. “Kalau ada permintaan, langsung kami distribusikan,” pungkasnya. (rm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top