Polri Tunda Kasus Calon Kepala Daerah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Polri Tunda Kasus Calon Kepala Daerah

FAJARONLINE, JAKARTA — Kandidat kepala daerah di Sulsel yang terbelit masalah hukum, bisa bernapas lega. Polri menangguhkan kasus yang melibatkan peserta pilkada atau calon kepala daerah. Penangguhan itu dilakukan selama empat bulan.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menuturkan, Polri tidak boleh menjadi alat untuk kepentingan politik. Dengan begitu, untuk kasus-kasus yang melibatkan petahana dan calon kepala daerah lebih baik tidak diproses terlebih dahulu. “Jangan diproses saat pilkada. Sehingga, tidak ada masalah yang timbul,” terangnya.

Penundaan itu bisa diartikan bahwa Polri benar-benar netral atau tidak terlibat dalam politik. “Semua ini tentunya harus dijalankan dan jangan sampai ada oknum polisi yang terlibat,” ujarnya dalam acara rapat Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Selasa 11 Agustus.

Sementara Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengatakan, tidak hanya soal proses hukumnya, nanti laporan terhadap calon kepala daerah itu juga akan ditunda terlebih dahulu. “Kenapa lapornya baru saat akan pilkada. Itukan yang perlu ditanya,” paparnya.

Manfaat penundaan proses hukum ini salah satunya agar tidak membuat keresahan pada pendukung setiap calon. Sehingga, potensi konflik atau masalah dalam proses pilkada bisa dikurangi. “Penundaan ya, bukan penghentian kasus. Ini jangan dibiaskan,” tegasnya ditemui di kantor Bareskrim.

Penundaan proses hukum dan laporan pada calon kepala daerah ini akan berlangsung selama empat bulan. Dari awal masa kampanye hingga pengumuman pemenang pilkada. “Setelah itu semua kasus itu diproses,” terangnya. (nur-zuk-din/ars-rif)

Untuk selengkapnya, baca Harian Fajar dan Epaper edisi 12 Agustus 2015

loading...
Click to comment
To Top