PKS Belum Mau Berkomentar untuk Masalah Yayasan Supersemar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

PKS Belum Mau Berkomentar untuk Masalah Yayasan Supersemar

JAKARTA- Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Kejaksaan Agung dalam perkara penyelewengan dana beasiswa oleh yayasan keluarga mantan presiden Soeharto Supersemar. Tergugat dalam kasus itu adalah mantan Presiden Soeharto dan ahli warisnya serta Yayasan Beasiswa Supersemar.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengaku belum dapat berkomentar banyak mengenai hal itu. Sebab, dia baru mendengar soal kasus tersebut.

Sohibul menambahkan, dirinya akan mempelajari dahulu berita itu sebelum memberikan komentarnya.

“Saya akan pelajari dulu nanti,” demikian Sohibul.

MA sebelumnya telah mengeluarkan putusan atas permohonan kasasi yang diajukan Presiden RI, yang diwakili Jaksa Agung, atas tergugat I, yaitu mantan Presiden RI, HM Soeharto  dan tergugat II, yaitu Yayasan Supersemar. Namun, dalam putusan itu terjadi salah ketik nominal angka ganti rugi yang harus dibayarkan tergugat.

Setelah diperbaiki dalam pemeriksaan PK, Soeharto dan ahli warisnya serta Yayasan Supersemar harus membayar 315 juta dollar Amerika Serikat dan Rp 139,2 miliar kepada negara. Apabila 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500, uang yang dibayarkan mencapai Rp 4,25 triliun ditambah Rp 139,2 miliar atau semuanya Rp 4,389 triliun.

Kasus ini bermula ketika pemerintah menggugat Soeharto dan Yayasan Supersemar atas dugaan penyelewengan dana beasiswa. Dana yang seharusnya disalurkan kepada siswa dan mahasiswa itu justru diberikan kepada beberapa perusahaan, di antaranya PT Bank Duta 420 juta dollar AS, PT Sempati Air Rp 13,173 miliar, serta PT Kiani Lestari dan Kiani Sakti Rp 150 miliar. Negara mengajukan ganti rugi materiil 420 juta dollar AS dan Rp 185 miliar serta ganti rugi imateriil Rp 10 triliun.

Pada 27 Maret 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutus Yayasan Supersemar bersalah menyelewengkan dana. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Jaksa yang belum puas kemudian mengajukan kasasi. [sam/rmol]

Click to comment
To Top