Sering Dijepit Istri di Ketiak Hingga Pingsan, Suami Gugat Cerai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Sering Dijepit Istri di Ketiak Hingga Pingsan, Suami Gugat Cerai

SURABAYA – Biduk rumah tangga Donwori 40 dan Sephia 39 berakhir sudah di Pengadilan Agama Surabaya. Donwori akhirnya memilih untuk menggugat cerai sang istri karena sering dibuat pingsan oleh Sephia. Loh kok bisa?

Pernah melihat Pretty Asmara? Segemuk itulah tubuh Sephia. Saking beratnya beban tubuh yang ditanggung Sephia, Donwori enggan berjalan dengan istrinya itu. Alasannya sepele. Kalau marah, Sephia bakal menjepitnya di ketiak hingga pingsan. Karena kerap menjadi korban KDRT sang suami pun menggugat cerai istrinya.

Meski punya ukuran badan superjumbo, Sephia adalah orang yang percaya diri. Bukan hanya ukuran badannya, cara dia berdandan juga sangat menonjol. Make up-nya menor dengan bibir tampak menonjol oleh lipstik merah merona.

Sephia pun menjadi pusat perhatian saat berada di Pengadilan Agama Surabaya. “Papa sudah lama?” tanya Sephia kepada Donwori di depan pintu ruang sidang pengadilan.

“15 Menit lalu,” kata Donwori yang memilih menjauhi Sephia dan duduk sendirian di samping pintu masuk. Melihat ulah suaminya yang ketakutan, Sephia mencoba memeluk Donwori. Tetapi, Donwori langsung menjauh.

Ya, keberadaannya mereka di Pengadilan Agama adalah untuk proses percerainnya. Pasalanya, Donwori tak kuat dengan kelakuan Sephia.

Bapak satu anak tersebut memang terlihat takut dan trauma melihat Sephia. Maklum, wajah Sephia garang dan menakutkan. Dia terkesan judes dan jahat. Tetapi, setelah Donwori pergi meninggalkanya, dia menangis tersedu­sedu.Oeeek…oekkk…

Beberapa pengunjung di PA heran dengan sikap wanita galak yang tiba-­tiba menangis tersebut. Salah satu pengunjung PA memberikan selembar tisu untuk menghapus air mata Sephia yang mengalir deras di pipi hingga menyapu blush-on menornya. Efeknya sudah bisa dibayangkankan. Wajah Sephia jadi belepotanmake-up yang amburadul. Kendati demikian, dia tetap pede dan menangis kian histeris.

Supaya tidak terjadi keributan dan tidak merusak suasana di PA, beberapa pegawai PA membawa Sephia ke ruang mediasi. ”Air mata buaya. Saya sudah tidak percaya dengan tangisan istri,” kata Donwori dengan nada kesal saat mengomentari polah Sephia.

[NEXT-FAJAR]

Menurut pria yang bekerja sebagai sopir taksi tersebut, sudah berkali­kali Sephia menangis di depan umum dan meminta maaf kepadanya. Namun, berkali­kali pula tangisan itu hanya sementara dan tidak ada perubahan sikap pada istrinya tersebut. ”Istri saya itu aneh. Kalau pas marah, saya suka dikempit (dijepit di ketiak) di depan umum. Pokoknya bikin malu,” katanya.

Padahal, kemarahan Sephia tidak disebabkan Donwori. Misalnya, ketika kesal saat melihat wanita cantik di depannya atau mendengar omongan tidak enak, Sephia marah, lalu me­ ngempit Donwori di pahanya yang superbesar itu.

Karena tubuhnya cukup kecil, tentu saja Donwori tidak bisa melawan, bahkan pasrah. ”Setelah saya pingsan, istri minta maaf dan menyem­ bah­nyembah di kaki saya,” ungkap pria asal Wonokusumo tersebut.

Donwori pun berusaha memaafkan Sephia dan melupakannya. Alasannya, ya tentu ingin menyelamatkan biduk rumah tangga serta kasihan pada dua anaknya. Supaya istrinya tobat, dia sering mengancam supaya istrinya tidak lagi mengempitnya ketika marah.

Eh ndilalah, sampai sekarang, dia tidak pernah tobat. Tambah nemen kelakuane ngempit aku,” ujarnya, kemudian masuk ke ruang mediasi PA kemarin. (*/c1/opi/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top