Baru 10 Persen Tenaga Bangunan Bersertifikat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Baru 10 Persen Tenaga Bangunan Bersertifikat

TEMANGGUNG – Dari sekitar 7 juta tenaga bangunan yang ada di Indonesia baru sekitar 10 persennya yang memiliki sertifikat. Padahal sertifikat sangat penting untuk menaikan nilai tawar lebih unggul tenaga bangunan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yusid Toyib ketika
membuka pelatihan Pembekalan dan Fasilitasi Uji Kompetensi Tukang Bangunan Umum, Kamis (13/4).
“Walupun yang tidak memeiliki sertifikat tidak bisa dikatakam tenaga kerja yang tida terampil, namun memiliki sertifikat sangat penting
untuk nilai tawar unggul bagi mereka, untuk itulah Kementerian PU terus melakukan pelatihan dan pelatihan uji kompetensi seperti yang
dilakukan di Temanggung saat ini,” katanya.
Sertifikat menunjukan seorang tenaga kerja konstruksi merupakan tenaga yang terampil. Sertifikat memiliki potensi untuk meningkatkan
pendapatan yang diterima. Tujuannya untuk menyetarakan kualitas tenaga kerja kita dengan beberapa negara lain sehingga orang-orang
kita akan tetap laku apabila dijual ke negara luar.
“Target lima tahun kedepan Kementerian telah melakukan pelatihan dan memberikan sertifikat hingga 750 ribu orang. Untuk tahun ini
target kita 150 ribu pekerja bangunan, jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia saat ini adalah sebanyak 7 juta orang dan baru 10 persen di antaranya telah bersertifikat,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kini Indonesia baru menjalin kerja sama dengan Malaysia untuk menggalakan program sertifikat tenaga kerja
konstruksi. Dari seluruh jumlah tenaga kerja konstruksi di Malaysia, 600 ribu di antaranya berasal dari Indonesia. Nantinya kerjasama
penyataraan tenaga konstruksi tidak hanya dengan Malaysia namun juga menyasar seluruh negara-negara di ASEAN.
“Kami menyadari sektor jasa konstruksi merupakan salah satu sektor yang turut harus berbenah sebagai salah satu sektor pewrekonomian
nasional,terlebih menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Setelah ini kami juga mendorong supaya BUMN dan perusahaan
swasta di bidang konstruksi supaya memiliki sertifikat bagi tenaga kerjanya,” tandasnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top