Rebutan Posisi Penting di Istana Masih Berlanjut – FAJAR.co.id
Ragam

Rebutan Posisi Penting di Istana Masih Berlanjut

JAKARTA – Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan, Pratikno yang menduduki jabatan sebagai mensesneg merupakan orangnya Presiden Joko Widodo. Sementara Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) beralih dari Andi Widjajanto ke tangan politikus senior PDI Perjuangan Pramono Anung Wibowo.

“Ini indikasi memang ada pertarungan memperebutkan posisi penting di Istana di luar posisi presiden dan wakil presiden,” kata Yunarto Wijaya, di pressroom DPR, Senayan Jakarta, Kamis (13/8).

Pertarungan tersebut lanjutnya, belum akan berakhir meski reshuffle sudah dilakukan. Sebab masih ada elemen penting di lingkungan Istana Negara yang masih akan kosong pimpinannya yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang saat ini masih dirangkap Luhut Binsar Panjaitan yang diberi tugas menjadi Menko Polhukam.

“Kalau KSP dilebur ke dalam Seskab di bawah kendali Pramono Anung, sebagaimana yang dinyatakan Wapres Jusuf Kalla, ini juga belum akan menyelesaikan masalah sebab harus menunggu dulu kewenangan baru terhadap Seskab yang ditentukan oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Yunarto.

Sedangkan dari kubu Luhut Binsar Panjaitan juga keluar pernyataan bahwa kelembagaan KSP tetap eksis dan sedang dicarikan pengganti Luhut. “Jadi rebutan posisi penting di istana masih akan berlangsung sampai ada ketegasan terhadap posisi kelembagaan KSP,” ungkapnya.(fas/jpnn)

Ragam

Rebutan Posisi Penting di Istana Masih Berlanjut

JAKARTA – Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan, Pratikno yang menduduki jabatan sebagai mensesneg merupakan orangnya Presiden Joko Widodo. Sementara Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) beralih dari Andi Widjajanto ke tangan politikus senior PDI Perjuangan Pramono Anung Wibowo.

“Ini indikasi memang ada pertarungan memperebutkan posisi penting di Istana di luar posisi presiden dan wakil presiden,” kata Yunarto Wijaya, di pressroom DPR, Senayan Jakarta, Kamis (13/8).

Pertarungan tersebut lanjutnya, belum akan berakhir meski reshuffle sudah dilakukan. Sebab masih ada elemen penting di lingkungan Istana Negara yang masih akan kosong pimpinannya yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang saat ini masih dirangkap Luhut Binsar Panjaitan yang diberi tugas menjadi Menko Polhukam.

“Kalau KSP dilebur ke dalam Seskab di bawah kendali Pramono Anung, sebagaimana yang dinyatakan Wapres Jusuf Kalla, ini juga belum akan menyelesaikan masalah sebab harus menunggu dulu kewenangan baru terhadap Seskab yang ditentukan oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Yunarto.

Sedangkan dari kubu Luhut Binsar Panjaitan juga keluar pernyataan bahwa kelembagaan KSP tetap eksis dan sedang dicarikan pengganti Luhut. “Jadi rebutan posisi penting di istana masih akan berlangsung sampai ada ketegasan terhadap posisi kelembagaan KSP,” ungkapnya.(fas/jpnn)

To Top