Tren Layar Besar di Saku Konsumen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Tren Layar Besar di Saku Konsumen

FAJARONLINE, MAKASSAR — Hasil riset dari Flurry Analytics, pada bulan Januari 2014, populasi phablet hanya sebesar 6 persen dari keseluruhan perangkat yang digunakan secara global. Namun, pada akhir tahun yang sama, pengiriman phablet di wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ) mencapai 12,6 juta unit, sehingga pertumbuhannya per tahun sebesar 225 persen menurut Intel MIS phablet data 2014.

Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha menjelaskan, populasi phablet terus meningkat dengan cepat di tahun 2015, mencapai 22 persen dari populasi smartphone di wilayah APJ, sebuah tingkat yang fenomenal.

Menurut Harry, pesatnya kenaikan angka permintaan perangkat phablet disebabkan oleh beberapa hal. Data dari lembaga riset Kantar Worldpanel ComTech menunjukkan bahwa ukuran layar adalah alasan utama mengapa konsumen membeli handphone tertentu, dimana pembeli perangkat iOS mencapai 43 persen dan perangkat Android sebesar 47 persen.

Selain itu, terjadi peningkatan yang stabil dalam ukuran layar smartphone dalam setiap rilis terbaru model unggulan dari setiap merek smartphone ternama selama beberapa tahun terakhir. Semua produsen smartphone utama meluncurkan phablet baru tahun 2014 lalu dan pada kuartal pertama tahun 2015, termasuk Apple, Samsung, LG dan Motorola, serta Xiaomi dan Huawei dari China.

Kenaikan permintaan terjadi di wilayah APJ, dimana smartphone dengan layar lebih besar lebih disukai konsumen. Konversi ke perangkat phablet paling menonjol di pasar APJ yang matang seperti Korea (dimana phablet sekarang menguasai hingga 62 persen dari pasar smartphone secara keseluruhan), Taiwan (42 persen), Australia (38 persen), dan Jepang (18 persen) menurut Intel MIS phablet data 2014.

Harry menuturkan bahwa Intel berada pada jantung dari inovasi di wilayah APJ. Tahun 2014 lalu, Intel berkomitmen investasi sebesar USD 100 juta di Intel Capital China Smart Device Fund, untuk membantu mempercepat inovasi perangkat cerdas seperti perangkat 2 in 1, tablet, smartphone, wearables, dan Internet of Things.

“Intel juga mengumumkan pendirian Intel Smart Device Innovation Centre, di Shenzhen, Cina, yang bertanggung jawab menghadirkan produk dan pengalaman komputasi yang berbeda, yang mencakup beberapa segmen pasar, sistem operasi dan rentang harga,” kata Harry seperti dalam rilis diterima FAJAR, Jumat 14 Agustus.

Namun, pengaruh Asia tampaknya akan terasa secara global dimana phablet menguasai hingga 21 persen dari penjualan smartphone di US pada kuartal pertama 2015, naik dari 6 persen pada kuartal yang sama tahun lalu menurut data dari lembaga riset Kantar Worldpanel ComTech.

Pergeseran ke layar lebih besar menyoroti minat berkelanjutan di kalangan konsumen, setidaknya di pasar negara berkembang, untuk memiliki satu perangkat mobile saja yang bisa memenuhi semua kebutuhan mereka, baik itu menonton film, mengambil foto, berkirim pesan ataupun menelpon.

“Kita sekarang berkomunikasi dengan cara yang sangat berbeda, dari suara dan teks menjadi foto dan video. Phablet telah mempercepat trend waktu yang dihabiskan oleh konsumen untuk berorientasi secara visual dengan media sosial dan aplikasi pengirim pesan,” jelas Harry.

Tren ini menyebabkan sebuah ledakan permintaan terhadap penyedia data internet, karena pemilik ponsel layar lebih besar mengkonsumsi 44 persen lebih banyak data dibandingkan dengan ponsel layar yang lebih kecil, karena perangkat dengan layar lebih besar mampu memberikan pengalaman menonton yang lebih memuaskan menurut laporan dari NPD Group.

Layar yang lebih besar mendorong keterlibatan berkelanjutan pada konten yang kaya jaringan sosial dan aplikasi, termasuk Facebook, Instagram, Snapchat dan lainnya. Hal ini telah mengakibatkan peningkatan pesat dalam konsumsi mobile video, dengan wilayah APJ sendiri terhitung hampir 50 persen dari lalu lintas data mobile di dunia. (rilis/aci)

Click to comment
To Top