Paslon Kesulitan Pembatasan Baliho – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Paslon Kesulitan Pembatasan Baliho

FAJARONLINE, BULUKUMBA – Aturan KPU yang membatasi pemasangan baliho dianggap akan menjadi kendala para pasangan calon untuk mensosialisasikan dirinya sebagai kandidat calon kepala daerah. Sehingga untuk mengelebui hal itu paslon mengaku akan lebih memperbanyak door to door.

Asal diketahui, dalam PKPU No 9 tahun 2015 tentang pemilihan kepala daerah mengatur bahwa untuk baliho ukuran 4 meter x 7 meter, sementara spanduk dengan ukuran 1,5 meter x 7 meter paling banyak satu buah setiap desa atau kelurahan, serta untuk umbul-umbul paling banyak 20 buah setiap kecamatan, sedangkan brosur pasangan calon setiap kepala keluarga (KK) di daerah tersebut akan mendapatkan.

Juru bicara pasangan Sukri Sappewali – Tomy Satria Yulianto, Makmur Masda mengaku, sangat kerepotan dengan kebijakan tersebut. Keberhasilan suatu pasangan calon, diakui juga karena publikasinya. Maka dengan begini, ia mengaku harus kerja ekstra untuk masyarakat mengetahui program yang ditawarkan paslon.

“Kita sangat kerepotan dengan pembatasan itu. Secara otomatis, kita antisifasi dengan perbanyak mendatangi langsung warga,”katanya kepada FAJAR, Minggu 16 Agustus.

Diketahui, kabupaten Bulukumba memiliki 10 kecamatan dan 136 desa/kelurahan. Setidaknya dengan kebijakan ini penyelenggara bisa netral, apalagi soal posisi pemasangan baliho tersebut. Kekhwatiran tim pemenangan, apabila ada pasangan calon yang diletakkan di tempat yang sepi kemudian yang lain berada di tempat yang ramai.

” Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Olehnya itu kita minta benar-benar hal ini jangan dianggap hal yang biasa. Pasalnya, menang tidaknya seorang paslon juga dikarenakan dengan publikasi. Apalagi dengan warga yang ada di pedesaan sangat butuh yang namanya gambar, “tambahnya.

Hal senada diungkapkan, juru bicara pasangan Andi Masykur Sultan – Edy Manaf, Fahidin Hdk. Anggota DPRD Bulukumba ini mengungkapkan, KPUD sebaiknya tidak membatasi hal itu. Pasalnya, tingkat kecurangan yang akan dilakukan tim pemenangan akan lebih besar. Bukan hal yang perlu disembunyikan, berbagai cara akan dilakukan tim pemenang untuk bagaimana berlenggangke kursi orang nomor satu.

” Sangat jelas akan merepotkan. Sehingga ini dikhawatirkan akan malah membuat masalah baru,” katanya. Ia tidak menapik bahwa, untuk mengelabui hal itu, berbagai langkah telah ia rundingkan dengan pasangan tim pemenangan lain. Sehingga seluruh masyarakat Bulukumba tahu dengan jagoannya itu. Menurutnya, sebagian pemilih akan memilih paslon juga karena program-program yang dijanjikan. Jika visi-misi yang ditawarkan itu tidak sampai di mata dan telinga masyarakat, maka itu akan dirugikan.

” Makanya sangat perlu sekali publikasi itu banyak. Kenapa, masyarakat ingin tahu apa yang diperbuat nantinya jika terpilih,”terangnya.

Ketua KPUD Bulukumba Azikin Patteduri mengatakan, secara teknis baliho akan dipasangan di tempat keramaian dan tidak menggagu yang lain. Sedangkan, untuk pembagian brosur, akan bagikan langsung oleh lembaga adhoc tingkat bawah ke setiap KK yang ada pada daerah itu. “Setelah penetapan itu, kita akan minta pasangan yang lolos menyerahkan profilnya ke KPUD. Sementara, untuk penempatan baliho kita akan rapat dulu dengan pemda,”tandasnya, saat didatangi di ruang kerjanya kemarin. (taq)

loading...
Click to comment
To Top