Gertak Sambal, Ancaman Golkar ARB Diabaikan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Gertak Sambal, Ancaman Golkar ARB Diabaikan

MAROS, FAJARONLINE —  Golkar versi Agung Laksono (AL) menanggapi dingin ancaman gugatan hukum yang dilancarkan Golkar ARB di Sulsel. Ketua Golkar Maros, Muh Ramli Rahim menyebut hal itu hanya gertak sambal dan akan diabaikan.

Kedua kubu beringin itu memang masih saling mengklaim keabsahan. Terbaru, Golkar ARB menyiapkan langkah hukum jika kubu AL melaksanakan kegiatan menggunakan atribut partai, termasuk menggelar musyawarah daerah (musda) di daerah yang ketua Golkar-nya berstatus Pelaksana Tugas (Plt)

“Atas dasar apa mengancam ?, buktinya kami (Golkar AL, red) harus disertakan dalam pendaftaran ke KPU bahkan menolak jika tidak ada rekomendasi kami. Artinya, kepengurusan Golkar AL sah adanya,” kata Ramli dalam rilisnya.

Selanjutnya, Ramli juga mempertanyakan mengapa kubu Golkar ARB tidak menuntut KPU dan Bawaslu di Sulsel untuk hanya menerima rekomendasi kubu ARB saja. “Karena itu, bagi seluruh teman-teman yang saat ini berstatus Plt, jangan takut menggelar musda, jangan takut dengan gertak sambal kubu ARB di Sulsel,” ujar Ramli.

Golkar AL telah menggelar musda di sejumlah daerah seperti Takalar dengan ketua Yusuf Gunco, Badaruddin Picunan di Lutim, Arsyad Kasman di Lutra, dan Ramli Rahim di Maros.

Sebelumnya, Wasekjen DPP Golkar AL, Sabil Rachman menegaskan instruksi ke DPD Golkar se-Sulsel untuk mematangkan kepengurusan, terutama di 11 daerah yang bakal melaksanakan Pilkada. “Ancaman itu hanya upaya untuk menghambat konsolidasi dan penyempurnaan kepengurusan Golkar AL di Sulsel,” ujar Sabil.

Selainitu, dirinya menginstruksikan seluruh legislator Golkar di Sulsel untuk tidak terlibat dalam tim pemenangan kandidat yang tidak diusung Partai Golkar, jika tidak ingin mendapat sanksi PAW jika nantinya Golkar AL berkekuatan hukum tetap.

“Kami juga menegaskan bahwa Golkar kubu ARB sama sekali tidak punya wewenang untuk memproses PAW legislator yang mengundurkan diri sebelum adanya putusan hukum berkekuatan tetap,” tandasnya. (ris)

Click to comment
To Top