Gubernur: Gejolak Ekonomi ini Tak Perlu Dibesarkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Gubernur: Gejolak Ekonomi ini Tak Perlu Dibesarkan

FAJARONLINE, MAKASSAR–Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ikut prihatin dengan kondisi perekonomian nasional saat ini. Kendati demikian, ia meminta sebaiknya kondisi ini jangan diratapi dan dibesarkan-besarkan
bahkan sampai digembor-gemborkan.

“Yang dibutuhkan saat ini pemerintah, pelaku usaha, Kadin, ekonom dan semua sektor mengeluarkan kerja keras mencari solusi. Kalau kondisi ini terus berlarut maka berimbas kepada psikologi dan itu jauh lebih buruk dampaknya. Makanya jangan terlalu dicemaskan,” kata Syahrul saat bincang ringan dengan wartawan Selasa 18 Agustus malam di Kafe The Boss, Jl Bontolempangan Makassar.

Syahrul yang berpakaian santai malam itu didampingi Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arief dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Andi Yamin banyak bercerita soal kondisi perekonomian di Sulsel dalam kaitannya dengan terus merosotnya rupiah di pentas nasional.

Ia mengungkapkan, Indonesia negara yang punya pengalaman baik dalam menghadapi turbulensi ekonomi sejak zaman Soekarno dan selalu berhasil melewatinya. Itu karena menurut dia, masih ada resource atau sumber daya alam yang kuat. Selain itu, etos kerja pengusaha Indonesia cukup baik menghadapi gejolak.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kerja keras pemerintah, konsolidasi yang kuat dari pusat hingga ke daerah. Kekuatan ekomomi saat ini bertumpu di daerah. Makanya semua kabupaten/kota harus bisa mengendalikan inflasi. Kebersamaan antara pemerintah dan privat sektor harus terjalin. Alhamdulillah kita sudah lakukan ekspor keluar negeri tiga kali lipat itu menandakan Sulsel dalam “on the track, daerah lain mestinya ikut,” jelasnya.

Gubernur dua periode ini juga menyebut, kondisi yang ada saat ini mestinya membuat pengusaha lebih kreatif. Pelaku ekspor harus ada ekspansi ke negara lain. Jangan mengandalkan pasar itu-itu juga. Memperbarnya jenis produksi baik itu nasional maupun produk kualitas ekspor.

“Walikota/bupati juga jangan ikutan panik dengan kondisi yang ada. Yang paling penting ke depan yakni, terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang dan pangan. Jangan ada yang mengganggu distribusi stok bahan pangan karena itu akan membuat kacau,” tegasnya.

Menyangkut kondisi serapan anggaran APBD di masing-masing daerah yang masih rendah, Syahrul meminta kuasa pengguna anggaran tak perlu takut sepanjang ada payung hukum. Bagi daerah yang lambat serapan anggarannya, diminta mempermudah akses realisasi. “Memasuki triwulan ketiga ini sudah seharusnya tak ada lagi daerah serapan anggaran di bawah 50 persen,” bebernya. (aci)

To Top