Kejari Disebut Tidak Transparansi Soal Alkes – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kejari Disebut Tidak Transparansi Soal Alkes

FAJARONLINE, BULUKUMBA —  Kasus alat kesehatan yang melibatkan beberapa tersangka saat ini sudah bergulir di kejaksaan negeri (Kejari) Bulukumba. Tetapi, kasus yang berpolemik ini disebut seakan ditutup-tutupi atau tidak transparansi.

“Bagaimana tidak kami selaku warga dan juga aktivis pemerhati korupsi tidak curiga terhadap penegak hukum. Sudah lama kasus ini bergulir, namun sampai saat ini belum jelas, banyak tersangka yang bebas melenggan dan menghirup udara segar” kata Direktur Sulawesi Coruption Watch Laode Hardiman, Selasa 18 Agustus.

Ia menilai kalau seharusnya pihak kejari tidak bisa tertutup informasi terhadap kelanjutan kasus alat kesehatan ini, karena semua pihak ataupun publik di Kabupaten Bulukumba mau mengetahui sejauh mana proses tersebut.

“Kalau ada upaya pihak kejaksaan tidak mau transparansi terhadap proses tindak lanjut kasus Alkes yang sekarang ada di kejari itu juga perlu dipertayakan,” tegas Laode.

Bahkan Laode mengatakan kalau dugaan beberapa pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini sudah mulai terus melakukan lobi agar kasus ini bisa diperlambat, karena yang terlibat dalam kasus ini bukan hanya satu orang, bahkan kuat dugaan juga orang-orang penting.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) ini merugikan negara sebesar Rp4,2 miliar tersebut pada proyek yang bernilai Rp15 miliar itu  terjadi pada 2012 lalu.

Dalam kasus ini telah ada tiga yang dijadikan sebagai tersangka oleh polres bulukumba pada bulan juli lalu. Ketinganya adalah, Alwi sebagai PPK proyek, Syamsuddin Rauf sebagai kontraktor, dan Dian wilyati Kabir sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA). Tetapi, hingga saat ini baru, Alwi yang berhasil ditahan dalam kasus tersebut.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Bulukumba, Prima, mengemukakan, penahan tersangka ini dilakukan setelah berkas hasil pemeriksaan dinilai sudah lengkap. Namun, berkas tersangka lainnya, masih dalam proses pemeriksaan.

Sementara itu pihak kejaksaan negeri Bulukumba melalui Humasnya, Supriadi yang coba dimintai keterangan terkait hal ini mengatakan kalau kasus Alat Kesehatan saat ini masih dilakukan konsultasi ke Tipikor pusat dan beberapa pihak lainya.

“Saya belum tahu jelas yang jelas berkas kasus Alkes saat ini masih kita pelajari” singkatnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Bulukumba AKP Syarifiuddin mengatakan kalau masalah kasus Alkes ini sudah sepenuhnya bukan kewenangan.  “Dalam kasus ini polisi tidak ada lagi kewenangan karena ini kewenangan penuh dari pihak kejaksaan,” tutupnya. (taq/wik)

Click to comment
To Top