Sitti-Goo Dituding Curi Start – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Sitti-Goo Dituding Curi Start

BULA — Masa kampanye pemilihan kepala daerah serentak baru akan dimulai 27 Agustus mendatang, namun pasangan calon Bupati dan Wkil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sitti Umuriah Suruwaky-Sjarifuddin Goo sudah memajang spanduk lengkap dengan logo partai pengusung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai, hal ini melanggar aturan kampanye.

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa spanduk milik pasangan Sitti-Sjafruddin terpasang di kecamatan Pulau Gorom. Ada beberapa partai dalam spanduk mereka, yakni Partai Hanura, Nasdem, PKB, PDIP dan PKPI, bahkan PPP  dan juga Golkar.

“Spanduk itu ada di pulau Gorom. Hal ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat, apakah sudah ada kampanye. Selain itu, juga dibingungkan soal gambar atau PPP dan Golkar ada di spanduk tersebut. Padahal kedua partai belum diputuskan apakah ikut pilkada atau tidak di SBT,”kata sumber yang enggan namanya dikorankan tersebut kepada Ambon Ekspres.

Ketua Komisi Pemilihan Umum provinsi Maluku, Musa Toekan, saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai peraturan PKPU nomor 7/2015 tentang kampanye, pasangan calon dilarang mengadakan, menempelkan dan memasang alat peraga kampanye berupa liflet, spanduk, baliho, dan lainnya sebelum masa kampanye. Selain itu, KPU telah diberikan kewenangan pengadaan bahan kampanye, alat peraga kampanye, dan pemasangan iklan pasangan calon di media cetak maupun  elektronik.

“Pokoknya kandidat pasangan calon dilarang menempalkan atau mengadakan liflet, baliho dan spanduk, karena itu merupakan domain KPU. Apalagi memasang atau memajang lambang partai pengusung sementara belum masa kampanye,” kata Musa seusai mengikuti upacara perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70 di lapangan merdeka, kemarin.

Di dalam PKPU nomor 7/2015 lanjut Musa, pasangan calon hanya diberikan kewenangan untuk menggunakan tanda-tanda khusus dan lokasi pemasangannya saat rapat terbatas atau kampanye. Namun, akan dilepas setelah selesai kegiatan tersebut.

“Jadi, setelah penetapan calon dan pengumuman nomor urut, baru pasangan calon boleh memasang alat peraga kampanye yang sudah dibuat oleh KPU. Memang ada tanda-tanda khusus yang bisa dipasangan atau digunakan pasangan calon saat rapat terbatas atau kampanye umum. Setelah itu, akan dilepas,”jelasnya.

Ketua DPD II Partai Golkar SBT kubu Agung Laksono, Musyafi Rumadan mengaku, belum mengetahui informasi tersebut.”Saya belum tahu,”singkat Musyafi, yang juga tim pemenangan pasangan Sus-Goo itu, kemarin.

Anggota Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) kabupaten SBT divisi pengawasan, M Saleh Tianotak, saat dikonfirmasi  mengatakan, pihaknya langsung turun lapangan memastikan informasi tersebut. Namun, tidak menemukan adanya spanduk atau baliho pasangan calon dengan logo partai pengusung.

“Saya sudah instruksikan Panwascam Gorom dan Gorom Timur untuk menyisir Pulau Gorom. Panwascam tidak menemukan spanduk seperti yang diinfomrasikan,”katanya.

Namun hingga malam tadi, pihaknya masih di lapangan untuk mengecek beberapa kampung atau desa lain yang tidak ada sinyal handphone.”Kalau desa Kilkoda (Gorom Timur), belum kami dapatkan informasinya,”ungkapnya.  (TAB/AE)

loading...
Click to comment
To Top