Belum Sepenuhnya Cair Anggaran Paskibraka, Dewan Panggil Dua SKPD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Belum Sepenuhnya Cair Anggaran Paskibraka, Dewan Panggil Dua SKPD

FAJARONLINE, BULUKUMBA — Badan anggaran (banggar) DPRD Bulukumba, Andi Arman, mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan terhadap apa yang dialami sebagian peserta paskibraka, Pemkab seharusnya memperhatikan semua kebutuhan kelengkapan anggota, baik dari sepatu maupun baju.
Sebab, acara 17-an ini penting guna memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Anggaran pembelian alat kelengkapan juga jauh sebelum sudah dialokasikan dalam APBD. Tidak ada alasan sepatu para paskibraka tidak cukup. “Iya, kita tetapkan APBD tepat waktu. Jadi, kalau masalah dana, saya kira tak masuk akal,”tegasnya, Selasa 18 Agustus di gedung DPRD Bulukumba, kemarin. Hal ini terungkap setelah 71 pasukan paskibraka dan para pendampingnya menyambangi gedung DPRD.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD bulukumba ini menyebutkan, dinas keuangan tidak berhak menunda pencairan penganggaran pembelian kelengkapannya. Bahkan, alasan karena tak berada ditempat, sama sekali tidak masuk akal. Pelaksanaan pengibaran bendera sudah jelas sekali waktunya, tidak maju atau pun harus ditunda, karena kegiatan 17-an hanya sekali dirayakan dalam setahun. Maka jauh sebelum panitia sudah harus menyiapkan perlengkapan yang digunakan dalam acara puncak sebenarnya.

Dengan kejadian ini, tegas Andi Amran, meminta kepala dinas keuangan,  Andi Mappiwali, harus bertanggungjawab terhadap masalah yang terjadi. “Masa karena dia (Mappiwali) dana tidak cair. Ini tidak bisa terjadi. Tanggal kan sudah jelas,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangky, mengatakan, akan segera memanggil kedua dinas berbeda yakni, dinas pendidikan dan kepala dinas keuangan daerah. Menurut dia, pemanggilan ini guna mempertanyakan langsung terhadap masalah yang dihadapi anggota paskibraka dilapangan, yang sebagian mengaku tidak kebagian sepatu. Padahal, anggaran pelaksanaan paskibara sejak awal sudah dialokasikan senilai Rp572 juta lebih. “Kami mau tahu apa kendalannya. Kenapa ada paskibraka tidak kebagian sepatu. Sedangkan dana sejak awal kita sudah sepekati di APB. Inikan aneh sebenarya ada apa,” kata legislator dari Partai Golkar Bulukumba ini.

Sementara, Sekretaris Pengurus Purna Paskibraka Indonesia Bulukumba, Ahmad Taufik, menyebutkan, selain kekurangan sepatu, anggota paskibraka juga kekurangan kendit atau pengikat pinggang yang digunakan para pasukan paskibraka “Hanya, 17 orang pakai kendit. Yang lain tidak menggunakan,” ujar dia.

Terpisah, Kuasa bendahara umum daerah Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba, Arniwati, mengaku, sisa anggaran paskibraka belum dicairkan sepenuhnya, karena sedang menunggu permintaan dari dinas pendidikan. Dalam aturan proses pancairan bisa dilakukan, kalau ada surat pemerintah membayar (SPM) dari dinas membidangi, selanjutnya keuangan menerbitkan pencairan anggaran, sehingga bukan kesalahan dinasnya. “Kami siap pencairan, kapan saja. Hanya, selama ini belum dilakukan karena belum ada SPM yang masuk. Coba ada, hari ini pun bisa proses pencairannya,” ungkapnya. (taq)

Click to comment
To Top