Bom Bangkok, Polisi Dalami Motif Balas Dendam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Bom Bangkok, Polisi Dalami Motif Balas Dendam

BANGKOK – Ketegangan di Bangkok belum reda usai dua bom meledak, Senin (17/8) malam dan Selasa (18/8) siang. Pihak kepolisian masih terus menyelidiki dan mengembangkan insiden yang memakan puluhan korban ini.

Bom pertama yang meledak di Ratchaprasong, Senin (17/8) malam, menelan sedikitnya 20 orang tewas dan 125 lainnya luka parah. Dua di antaranya adalah warga negara Indonesia, yakni pasangan suami istri, Hermawan Indrajaja (masih dirawat di rumah sakit) dan istrinya Lioe Lie Tjing (meninggal).

Sementara bom kedua yang meledak di kawasan Taksin Bridge tak sampai memakan korban jiwa.

Terkait teror bom yang melanda negerinya ini, Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha menolak untuk berspekulasi ada unsur konflik politik dalam negeri atau konflik internasional di balik pengeboman ini.  “Kami tidak ingin menimbulkan kepanikan publik atau menyesatkan penyelidikan,” kata PM Prayut seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu (19/8).

Prayut menyesalkan, masih ada orang ataupun sekelompok orang yang memiliki rasa permusuhan terhadap Bangkok ataupun Thailand, di saat pemerintah berusaha aktif membangun perdamaian di dalam dan di luar negeri.

“Mereka mungkin melakukan itu untuk motif politik atau untuk melemahkan ekonomi atau pariwisata di Thailand, atau karena alasan lain. Yang jelas, pemerintah akan menyelidiki dan menemukan pelaku dan kaki tangan mereka sesegera mungkin,” tegas Prayut.

Sementara itu dari perkembangan penyelidikan, aparat kepolisian masih terus memburu sosok pria berbaju kuning yang mencurigakan, tertangkap di kamera CCTV sesaat sebelum ledakan bom pertama.

Dari berbagai sumber menyebutkan, aparat berwenang sedang mendalami kemungkinan motif balas dendam di balik teror Bom Bangkok ini. Salah satu identifikasi yang didalami adalah dugaan aksi didalangi oleh militan Uighur. Hal ini muncul mengingat pemerintah Thailand telah mendeportasi secara besar-besaran migran mereka ke Beijing, Juli lalu.  (adk/jpnn)

Click to comment
To Top