KPU Minta Semua Pihak Awasi Lelang Logistik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

KPU Minta Semua Pihak Awasi Lelang Logistik

FAJARONLINE, MAKASSAR — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sebagai penyelenggara dalam pemilihan kepala daerah benar-benar berharap kepada pemerintah selektif dalam memilih perusahaan untuk tender logistik pilkada tersebut.

Komisioner KPU Sulsel Khaerul Mannan menekankan, semua pihak mesti bersama-sama bertanggung jawab dengan pelelangan yang saat ini berjalan.

“Kita ingin bagaimana pelelangan ini bisa melahirkan perusahaan yang kredibel. Sehingga tidak ada lagi yang harus berhadapan hukum nantinya. Olehnya itu, semua pihak bisa membantu mengawasi pelelangan hingga pengumuman satu nama perusahaan yang mengatur soal logistik,” katanya, Rabu 19 Agustus.

Pelelangan yang berjalan juga menjadi perhatian Komisi Pengawas Persaingan Usaha Perwakilan (KPPU) Perwakilan Makassar. Langkah yang dilakukan yakni dengan mengawasi proses tender logistik di 11 kabupaten, apalagi yang sudah disanksi karena adanya praktek monopoli dalam tender sebelumnya.

“Kami di KPPU terus mengawasi mekanisme tender yang dilakukan oleh KPU. Kami ingin memastikan proses tender berjalan dengan benar tanpa adanya praktek monopoli,” kata Kepala Kantor Perwakilan Makassar KPPU Ramli Simanjuntak.

Dia mengatakan, proses tender pengadaan logistik di 11 kabupaten akan diikuti oleh beberapa perusahaan dan untuk menjamin prosesnya berjalan lancar dan tanpa praktek monopoli serta suap menyuap.

Ia mengungkapkan, banyak kejadian monopoli serta menyuap hingga terakhir pada proses hukum. Apalagi pada proses tender pengadaan logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel tahun 2013 sempat menjadi perhatian publik karena belakangan diduga terjadi praktek persekongkolan.

“Buktinya kan pada pilkada 2013 lalu itu, ada empat perusahaan yang diusut dan semuanya sudah mendapat sanksi,” jelasnya.

Meskipun setelah denda itu, lanjut Ramli, para pengusaha ini mengajukan banding karena menganggap jika proses tender yang dilakukannya sudah sesuai dengan mekanisme yang dipersyaratkan. Diketahui, Keempat perusahaan yang dilaporkan dan telah disanksi oleh Majelis KPPU yakni, CV Adi Perkasa, CV Muthmainnah CV Yunico Lestari sebesar dan CV Biluhu Tengah Permai.

Ramli menyebutkan, pihaknya menjatuhkan hukuman berupa denda sebesar Rp1 miliar kepada terlapor dua yaitu CV Adi Perkasa, terlapor tiga CV Muthmainnah sebesar Rp185 Juta, terlapor empat CV Yunico Lestari sebesar Rp193 juta dan terlapor lima CV Biluhu Tengah Permai sebesar Rp138 juta.

Ia berharap, pelelangan yang kemudian berjalan saat ini bisa lebih transparansi sehingga publik tahu perkembangan saat ini. ” Semoga yang terjadi sebelumnya tidak kembali terulang pada pilkada 2015 ini,” harapnya. (taq/wik)

loading...
Click to comment
To Top