Petani Banyubiru Keluhkan Harga Pupuk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Petani Banyubiru Keluhkan Harga Pupuk

UNGARAN, RAJA – Melambungnya harga pupuk bersubsidi (urea) menyebabkan tidak sedikit para petani yang kesusahan untuk membelinya. Bahkan pupuk andalan petani tersebut juga susah untuk didapatkan, baik di tingkat koperasi yang ditunjuk pemerintah atau pun di tingkat pengecer (pasar).

Calon Bupati Semarang, Nur Jatmiko, pun angkat bicara. Menurutnya, mengatasi masalah pupuk ini sangat mudah.
Berada di Desa Demaan, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Nur Jatmiko mendatangi belasan petani yang berada di area persawahan. Di sela-sela agenda yang padat, dirinya menyempatkan diri untuk melihat kondisi petani yang berada di sawah.
Hampir seluruh petani yang berada di Kecamatan Banyubiru mengaku memiliki permasalahan yang sama, yaitu sulitnya mencari pupuk dan harga pupuk mahal hingga tidak mampu untuk membeli.
“Masalah harga pupuk mahal dan mencari pupuk sulit, sebetulnya sangat mudah untuk diatasi, kita tinggal aktifkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) yang sekarang ini banyak yang tidak berjalan,” terang Nurjatmiko, Rabu (19/8).
Selain diaktifkannya kembali KUD di setiap desa di Kabupaten Semarang, dirinya mengimbau agar petani menjauhkan diri untuk berurusan dengan rentenir hanya demi untuk mendapatkan pupuk untuk kebutuhan tanamannya. Lantaran hal tersebut sangatlah tidak menguntungkan bagi petani, sebab hasil tanaman padi yang didapat tidak sebanding dengan pinjaman uang dari rentenir.
“Petani kalau ingin sukses jangan berurusan dengan bank plecit atau rentenir, tidak ada untungnya berurusan dengan mereka,” tegas Nur Jatmiko.
Sementara itu salah satu petani, Subadi (65), warga Desa Demaan, Rt 2 Rw 12, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, di hadapan Nur Jatmiko, mengatakan, jika dalam kurun waktu dua bulan ini, para petani di Desa Demaan sulit memperoleh pupuk urea, meskipun ada itu pun harganya sangat mahal, yaitu Rp95 ribu hingga Rp100 ribu/zak. Padahal harga resmi dari pemerintah Rp65 ribu/zak.
“Pupuk di sekitar Kecamatan Banyubiru sangat sulit didapat, kalaupun ada harganya sangat mahal. Harapan saya harga pupuk dan bibit padi mudah dan pemimpin yang baru nantinya bisa mengatur harga padi dan jangan tengkulak yang memainkan harga padi,” tegas Subadi. (wis)

Click to comment
To Top