Ledakan di Tonasa seperti Suara Bom – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ledakan di Tonasa seperti Suara Bom

FAJARONLINE, PANGKEP — Ledakan keras disertai kebakaran melanda area Coal Mill (penggilingan batu bara) PT Semen Tonasa, Pangkep, Rabu petang 19 Agustus. Peristiwa itu merenggut nyawa seorang pekerja,  dan 10 lainnya, mengalami luka bakar serius.

Tak hanya itu, puluhan karyawan lainnya sempat terjebak di dalam area coal mill. Titik ledakan dan kebakaran berpusat di bangunan Coal Mill area Tonasa IV yang berlokasi di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Pangkep. Seorang saksi mata, Sahar, mengatakan, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 17.30 Wita.

Menurut Sahar, sebelum area coal mill terbakar, terjadi ledakan hebat hingga puluhan karyawan yang sedang bekerja terlempar ke area pabrik.

Korban yang tewas bernama Akbar. Ia meninggal dunia di tempat lantaran terpanggang di sekujur tubuh. “Ledakannya besar sekali. Banyak karyawan yang terlempar, mirip seperti ledakan bom,” ujar Sahar, Rabu, 19 Agustus.

Saksi mata melanjutkan, pada saat kejadian, kondisi area pabrik sedang ramai-ramainya sebab ada permintaan semen curah pesanan perusahaan. Dia mengatakan, api diduga berawal dari gesekan batu bara sehingga mengeluarkan api hingga merambat ke fan belt dan terbakar. “Api sulit dipadamkan, lantaran posisi coal mill terbakar bagian atas dengan ketinggian 80 meter,” ujarnya.

Saksi menambahkan, puluhan korban yang mengalami luka cukup serius di sekujur tubuhnya, langsung dilarikan ke rumah sakit Tonasa untuk mendapatkan perawatan medis. Hanya saja, karena korban mengalami luka bakar cukup parah sehingga dirujuk ke rumah sakit di Makassar. “Dokter di Rumah Sakit Tonasa tidak mampu menangani korban,” katanya.

Informasi lain yang dihimpun FAJAR malam tadi, menyebut, ledakan dan kebakaran ini berawal saat proses penggilingan batu bara berlangsung. Pemicunya diduga dari gesekan batu bara hingga mengeluarkan percikan api.

Intensitas gesekan yang meningkat, membuat percikan api membesar. Hingga akhirnya menjalar ke fan belt dan terbakar. Tiupan angin dan mesin yang terus bekerja, membuat api makin membesar dan semakin sulit dikendalikan.

Api tidak hanya membakar bangunan Coal Mill. Namun juga menjalar ke jembatan pengangkut batu bara kasar sepanjang 150 meter.

Di saat yang bersamaan, sedikitnya 30 pekerja lepas tengah memadati area Coal Mill. Dari seluruh pekerja, 11 di antaranya terjebak dan ikut terbakar. Empat di antaranya menderita luka bakar serius. Satu pekerja lainnya meninggal dit empat.

Dalam kebakaran ini, petugas pemadam sempat kewalahan mengendalikan situasi. Lokasi kebakaran yang berada di ketinggian 80 meter menjadi salah satu kendala. Situasi baru bisa dikendalikan sekira pukul 20.30 Wita.

Kapolres Pangkep, AKBP Moh Hidayat mengatakan, proses evakuasi terhadap seluruh korban berlangsung cukup cepat. Hanya saja, untuk korban meninggal sedikit terlambat lantaran sempat terhimpit bangunan. “Kita masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Kita juga sudah koordinasikan dengan tim Labfor,” jelasnya.

Hingga saat ini, seluruh korban masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda. Selain di Makassar, korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep.

*Luka Bakar Serius

Empat korban kebakaran Coal Mill di Area Tonasa IV PT Semen Tonasa menderita luka bakar serius. Hasil pemeriksaan sementara, korban menderita luka bakar nyaris 90 persen.

Hal ini diketahui saat keempat korban dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif. Tiga di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros. Masing-masing korban yakni Hartono, 20, Zulfahmi, 19, dan Bachtiar, 20. Sementara satu lainnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Stella Maris. Korban bernama Akbar, 19.

“Seluruh badan keempat korban melepuh. Bukan lagi hitam, tapi memerah. Sisa mata yang berkedip. Bisa dibilang hampir 90 persen,” ungkap seorang perawat di Rumah Sakit Awal Bros.

Keempat korban tiba di Makassar sekira pukul 21.00 Wita. Keempatnya pun langsung mendapat penanganan serius di ruang Instalasi Darurat, baik di RS Awal Bros, maupun di Stella Maris.

Kepala Biro Humas Semen Tonasa, Harun Dinin yang dikonfirmasi malam tadi, mengatakan, kondisi udara kering mengakibatkan coal mill yang terisi batubara sangat sensitif hingga membuat percikan api.

Menurutnya, kondisi ini murni akibat cuaca yang sangat kering dan panas sehingga tidak ada kelalaian yang diakibatkan oleh kesalahan karyawan. “Itu murni akibat alam, cuaca kering membuat batu bara mudah terbakar,” ujarnya. (ARS-DIN/TAQ-ZAQ)

 

loading...
Click to comment
To Top