Doktor Hernita Ketua Baru STIM Lasharan Jaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Doktor Hernita Ketua Baru STIM Lasharan Jaya

FAJARONLINE, MAKASSAR — Dr.Hernita Sabhan Liba, SE, MM, Kamis 20 Agustus di kampusnya Jl. Abdullah Dg Sirua, dilantik dan diambil sumpahnya selaku Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar periode 2015-2019. Hernita menggantikan ketua lama yang juga ayah kandunganya, Dr.H.Sabhan Liba, MM.

Acara pelantikan turut dihadiri Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi diwakili Kabag Umum, Muh Amir, SH, SH, Ketua Prodi S3 Pendidikan Ekonomi PPs-UNM, Dr.Imran Chalid, M.Si, Ketua Prodi PPs-STIM Bongaya, Prof.Dr.Syamsul Ridjal, M.Si, Ketua Prodi PPs-Unibos 45 Makassar, Prod.Dr.Muhibuddin, M.Si dan para undangan lainnya.

Pada sambutan usai pelantikan, Hernita katakan pada awalnya ada keraguan menerima amanah dan tanggung jawab selaku ketua, apalagi mengingat pengalaman masih relatif muda, tetapi dukungan dari semua civitas akademika sehingga amanah diterima sebagai bagian dari tanggungjawab menghadapi tantangan melanjutkan cita-cita pendiri kampus, tegas doktor ilmu pendidikan ekonomi PPs-UNM ini.

Mewakili Kordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Muhammad Amir mengatakan, ketua lama telah sukses membawa kampus dari masa transisi dan menempatkan STIM Lasharan Jaya sama dan sejajar dengan kampus lainnya. Kepada ketua baru, Amir meminta agar senanantiasa berada dalam jalur pada proses pembelajaran, sehingga selain kampus sehat juga harus berdaya saing, tegasnya.

Hernita di masa lalu pernah jadi bintang sinetron laga, Wiro Sableng, Si Manis Jembatan Ancol diputar di televisi tahun 1992-2000, wajah Hernita sudah tidak asing lagi. Wanita kelahiran Jakarta 3 Agustus 1974 ini salah seorang pemain utama dalam sinetron itu. Sinetron Wiro Sableng, malah dia sempat bermain dalam 51 efisode.

Sejak 2000, pindah ke Makassar bersama orang tuanya, merintis dan mendirikan kampus STIM Lasharan Jaya. Awalnya hanya diikutkan dalam penataan komputerisasi administrasi kampus.

‘’Awal masuk kampus butuh waktu penyesuaian diri, dunia sinetron dengan kehidupan santai dan aktifitas lebih banyak malam hari. Harus beralih ke dunia yang teratur karena mengurus kampus yang mencetak sumber daya manusia ‘’ kata magister manajemen STIMA IMI Jakarta ini.

‘’ Kini, dunia sinetron sudah tutup buku dan kenangan masa lalu saya ‘’, katanya. Menekuni dunia intektual kampus ternyata memilki keasyikan tersendiri. Menantang untuk selalu belajar dan bersentuhan dengan kalangan intektual dan cendekiwan, katanya, tandas mantan Pembantu Ketua II STIMLasharan Jaya Makassar ini. (rilis/yahya/wik)

loading...
Click to comment
To Top