Ingin Bacok Anak Sendiri, Eh Malah Tetangga yang Kena Getahnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Ingin Bacok Anak Sendiri, Eh Malah Tetangga yang Kena Getahnya

MOJOKERO – Nasib sial menimpa Heriyanto (21) warga Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Bagaimana tidak, Heriyanto yang mencoba berniat baik melerai pertengkaran antara Sarim (ayah) dan Nurrisa (anak Sarim) justru menjadi korban pembacokan Sarim yang merupakan tetangganya sendiri.

Awal mula kejadiannya saat itu diduga Sarim tersinggung dengan sikap Heriyanto yang berupaya meredam kemarahan pelaku ketika hendak membacok anaknya sendiri, kemarin. Berdasarkan informasi peristiwa pembacokan itu bermula ketika Heriyanto mencoba mengingatkan pelaku. Bukannya tambah membuat keadaan selesai dan damai, namun emosi Sarim malah menjadi-jadi.

“Akhirnya tak berpikir lama tiba-tiba ia langsung membacok saya dengan pedangnya,” ucap Heriyanto.

Sebelumnya kata Heriyanto, ia tidak tahu apa yang menyebabkan pelaku murka kepada Nurrisa, anaknya sendiri. ’’Saya tadi dengar keributan di luar, dan saya pun ke luar rumah. Ternyata pelaku mengejar-ngejar anaknya,” terangnya.

Melihat hal itu ia pun tidak tinggal diam dan mencoba  mengingatkan Sarim untuk mengurungkan niatnya, sebab diketahui ia hendak menyembelih anaknya. ’’Tetapi nggak tahu kok malah saya yang kenak getahnya,” terangnya.

Akibatnya ia pun mengalami luka sobek di bagian kepala karena kena sabetan pedang Sarim. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dlanggu.

Kapolsek Dlanggu Akp Hery Siswanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pelaku saat itu memang diketahui sedang emosi terhadap anaknya, entah apa penyebabnya sehingga diketahui pelaku hendak menyembelih anaknya sendiri dengan pedang. ’’Tadi pelaku sedang mengejar anaknya dengan membawa pedang,” jelasnya.

Namun lanjutnya, tiba-tiba datang Heriyanto yang hendak melerai pelaku untuk mengurungkan niat pelaku. ’’Lha kok malah membacok Heriyanto. Akibatnya ia pun mengalami sobeh di kepalanya,” terangnya.

Sementara saat ini pelaku beserta barang bukti sebilah pedang sudah diamankan ke Mapolsek Dlanggu untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. ’’Kasus ini sedang kami tangani, pelaku kita jerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara,” katanya. (ori/yr/jpnn)

To Top