Pemberangkatan JCH Tambal Sulam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pemberangkatan JCH Tambal Sulam

EDI ARSYAD-FADHLY ALI-RIDWAN MARZUKI
MAKASSAR, FAJAR–Persoalan visa jemaah calon haji (JCH) yang belum kelar membuat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) keteteran. Di Sulsel, dari 5.777 CJH, masih ada 936 orang belum mengantongi visa hingga Kamis 20 Agustus.

Dari total itu, 60 di antaranya adalah JCH Kloter 1 Kota Makassar. Padahal mereka sudah telanjur masuk asrama haji, kemarin. Akibatnya, dilakukan pemberangkatan dengan sistem tambal sulam.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Abdul Djamil kepada Jawa Pos, grup FAJAR mengatakan, hingga kemarin, baru sekitar 130 ribu visa yang tercetak dari keseluruhan jemaah haji reguler yang berjumlah 155.200 orang. Ia memastikan, proses pembuatan visa akan terus dilakukan.

Abdul Djamil mengatakan, dalam waktu satu hari, pihak kedutaan besar Arab Saudi dapat melakukan pencetakan visa sekitar 10 ribu. Sehingga dalam waktu satu atau dua hari ini, semua visa jemaah haji reguler selesai tercetak.

Menurut dia, belum selesainya proses pencetakan visa ini karena terhalang libur Idulfitri oleh Kedutaan Besar Arab Saudi. “Selain itu kendala lainnya, yakni adanya keterlambatan pengiriman dokumen dari kanwil ke tingkat pusat,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, kalaupun ada yang belum jadi, itu akan dilakukan tambal sulam. “Artinya kloter yang sesudahnya diberangkatkan sekarang,” tutupnya.

Terkait belum kelarnya sebagian visa JCH, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, angkat bicara. Ia mengaku kaget mendengar jelang pemberangkatan masih banyak JCH belum mengantongi visa. “Waduh masalah itu. Semoga tidak sampai membatalkan keberangkatan jemaah,” ujar Agus di sela-sela kunjungannya di Kabupaten Barru, Kamis 20 Agustus.

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel itu menyayangkan kinerja Imigrasi dan Kemenag Sulsel. Kendati begitu, ia mengatakan tak bisa melemparkan kesalahan sepenuhnya kepada dua instansi tersebut. Kata Agus, ini juga ada keterkaitan dengan pihak Arab Saudi.

Setiap tahun, persoalan visa selalu jadi kendala. Agus bilang, penjajakan pembukaan Konsulat Jenderal (Konjen) Arab Saudi di Sulsel mesti dipercepat. Dengan begitu, persoalan visa bisa dikomunikasikan dengan baik.

Soal jemaah di kloter I yang kemungkinan besar tertunda berangkat pagi ini, Agus berharap itu tak merugikan mereka. Jemaah yang belum selesai visa-nya mesti digeser ke kloter lain.

Ia minta, jemaah yang dipindahkan kloternya menjadi perhatian. Kerja cepat dan maksimal, mesti dilakukan imigrasi dan kemenang untuk menyelesaikan visa mereka. “Yang jelas, kita minta jemaah jangan dirugikan. Mereka ini sudah lama menunggu daftar tunggu, masa harus tertunda lagi pemberangkatannya. Kalau pun ditunda, sebisa mungkin hanya mundur ke kloter berikutnya,” pintanya.

*Di Luar Dugaan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Abdul Wahid Thahir mengakui, khusus Kloter 1 Kota Makassar masih 60 visa CJH-nya belum rampung. Pihaknya sudah berusaha agar visa yang sebelumnya belum rampung itu sudah dapat diterima para CJH sebelum pelepasan Kamis malam untuk dilakukan pemberangkatan pada Jumat, hari ini. “Namun hingga malam ini (malam tadi, red), visa tersebut belum rampung,” bebernya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya sehari sebelumnya sudah menghubungi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa dan Kota Makassar untuk mengantisipasi hal tersebut. “Langkah antisipasi, agar mereka yang ditunda pemberangkatannya karena belum selesai visa-nya itu digantikan oleh CJH Gowa dan Makassar yang sudah memiliki visa. Mereka yang ditunda pemberangkatannya akan mengisi kloter selanjutnya,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk pergantian CJH yang belum memiliki visa itu sudah diisi dari Gowa dan Makassar, dan itu juga sudah diantisipasi untuk menyiapkan pengganti setelah adanya informasi terkait belum rampungnya visa itu sendiri.

Menurut dia, persoalan visa yang dihadapi Kloter 1 Kota Makassar, terjadi di luar dugaan. Apalagi di tahun sebelumnya itu tidak ada masalah. “Untuk visa belum rampung, saya juga kaget, karena kemarin pikiran kami tidak ada masalah. Tiba-tiba ada masalah,” jelasnya.

Wahid menjelaskan, dalam pengurusan visa sudah sesuai mekanisme. Namun, persoalan belum rampungnya visa murni dari Kedutaan Besar Arab Saudi. “Untuk visa itu kewenangannya Kedutaan Arab Saudi, Kemenag hanya menyerahkan paspor untuk segera diproses,” katanya.

Hal senada diungkapkan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Isman Nurdin. Menurutnya, sejumlah CJH yang belum rampung visanya, justru yang pengiriman dokumennya lebih awal.

Isman membenarkan terkait adanya CJH Makassar yang sudah lengkap visanya menggantikan mereka yang belum rampung visanya di Kloter 1. “Sudah digantikan dengan jemaah yang sudah lengkap visanya,” beber dia.

Terpisah, Kemenag Gowa akhirnya mengisi kekosongan JCH Kloter I yang tak lengkap lantaran visa mereka belum keluar. JCH Gowa dianggap paling siap mengisi kekurangan kloter I tersebut. “Gowa tetap masuk mengisi kekurangannya. 75 orang disiapkan mengisi kekurangan itu,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Gowa, Jamaris, kemarin.

Karena permintaan PPIH Embarkasi Makassar, jemaah haji yang mestinya baru berangkat pada kloter 5, akhirnya sebagian bergabung ke kloter I. JCH Gowa awalnya direncanakan tiga kloter. Namun karena kendala mengisi kekosongan, JCH kloter lima sebagian dipindahkan ke kloter I. “Yang ditarik semuanya dari kloter 5. Kita terdiri atas tiga kloter, kloter 5, 25, dan 27,” imbuhnya
*Bahan Evaluasi

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sulsel, Basri, yang juga CJH belum rampung visanya, mengatakan, dia dan keluarga sudah mempersiapkan pemberangkatan. Namun, ia kecewa sebab baru mengetahui bahwa visanya belum rampung ketika berada di asrama haji. “Kasihan orang sudah ada persiapan, kenapa bukan sebelum masuk asrama haji diinformasikan,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan mantan anggota KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari, yang juga visanya belum rampung. Dia mengatakan, persoalan ini harus menjadi bahan evaluasi, agar tidak terulang di tahun-tahun berikutnya.

Menurut Rahman, Kemenag dalam penyusunan kloter harus mempertimbangkan secara administrasi. “Apakah pengurusannya sudah beres, seperti paspor dan visa-nya,” katanya. (eds-dly-zuk/ars-har)

loading...
Click to comment
To Top