Deteksi Penyakit dari Warna Feses – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Deteksi Penyakit dari Warna Feses

FAJARONLINE—Selain urine, warna feses pun bisa menunjukkan ragam gangguan kesehatan yang sedang terjadi pada tubuh kita.

Penyakit bisa dideteksi dari empat perubahan pada feses (tinja). Perubahan ini mencakup konsistensi, frekuensi, aroma (bau) dan warna. Demikian disampaikan Spesialis Penyakit Dalam, Dr dr AM Luthfi Parewangi, SpPD FINASIM, Jumat, 21 Agustus.

Dia menjelaskan, selain kuning, warna feses bisa hitam, merah, pucat putih (tanpa warna) dan berwarna lemak.
Warna hitam, menunjukkan darah yang berasal dari saluran cerna bagian atas. Bisa karena tumor lambung, adanya ulkus lambung. Bisa juga karena adanya sirosis. Obat pereda nyeri juga dapat membuat feses berwarna hitam.

Warna merah menunjukkan adanya pendarahan saluran cerna bagian bawah. Bisa akibat ambeien atau wasir, tumor usus besar dan polip usus.

Sedangkan warna pucat biasanya akibat penyakit gangguan aliran cairan empedu. Biasanya pada penyakit batu saluran empedu, tumor saluran empedu, tumor di usus 12 jari dan tumor pankreas.

“Kalau warna lemak biasanya disebut diare lemak. Ini terjadi karena gangguan penyerapan lemak di saluran cerna,” ungkapnya.

Hanya saja, selain warna yang menjadi perhatian untuk mendiagnosa suatu penyakit adalah adanya gangguan konsistensi yang gradasinya satu hingga tujuh.

Pada gradasi enam hingga tujuh terbilang berat. Bila berbiji dengan cairan kurang biasanya diakibatkan gangguan aliran feses di usus besar. Bisa juga karena adanya tumor.

“Yang normal adalah pada gradasi empat dan lima kalau gradasi tiga ke bawah bisa jadi karena diare, entah karena bakteri, virus dan sebagainya,” kata Luthfi.

Mengenai frekuensi dapat dilihat apakah lebih dari lima kali dalam sehari atau kurang dari dua kali dalam seminggu. Jika kurang dari dua kali sepekan maka kemungkinan karena gangguan penurunan gerakan usus, adanya penyumbatan saluran cerna dan bisa karena ketidakmampuan mengeluarkan kotoran. Biasanya karena penyakit tertentu seperti jantung.

Adapun frekuensi lebih dari lima kali sehari biasanya karena diare. Soal aroma yang menyengat biasanya karena ada darah terfermentasi bakteri. “Kombinasi dari perubahan inilah yang mengantarkan pada diagnosa,” jelasnya. (dni)

loading...
Click to comment
To Top