Izinnya Belajar Kelompok, Eh Ternyata Jadi Wanita Panggilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Interest

Izinnya Belajar Kelompok, Eh Ternyata Jadi Wanita Panggilan

BANDAR LAMPUNG – Situs-situs dewasa di internet sungguh memberi pengaruh negative bagi masyarakat. Awalnya penasaran dan akhirnya berkeinginan untuk mencoba dengan mempraktikkan dengan sang pacar. Telanjur basah, ia lantas memutuskan menjadi ayam abu-abu – siswi SMA yang berprofesi sebagai wanita panggilan.

Jika dilihat dari parasnya yang cantik, tubuhnya mungil, kulitnya putih bersih, rambutnya panjang sepinggang pria mana yang tidak tertarik. Bulu matanya juga tebal dan matanya yang sipit makin mempercantik dirinya.

Saat berbicara, giginya terlihat putih dan tersusun rapi serta tampak bersih. Sekilas mirip artis dangdut papan atas Cita Citata. Itulah tampilan fisik Rh, siswi salah satu sekolah negeri di Lampung yang berprofesi sampingan sebagai ayam abu-abu.

Dengan sedikit malu-malu, remaja berusia 17 tahun ini menceritakan awal kisahnya menjadi ayam abu-abu kepada Radar Lampung (JPG). Dia mengaku terpaksa menyajikan tubuhnya untuk dinikmati siapa saja yang siap membayar dengan tarif kencan yang sudah ditentukannya karena faktor ekonomi.

Rh mengungkapkan, dengan menjadi ayam abu-abu, dirinya juga bisa mengikuti tren masa kini dan tampil modis. Ia juga tidak memberatkan beban orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh tani.

“Untuk bisa ’main’ dengan saya, tarifnya Rp500 ribu sekali main. Jika menginap Rp1,5 juta. Tetapi biasanya yang sampai menginap itu pejabat yang pakai,” akunya.

[NEXT-FAJAR]

Dia menyatakan orang tuanya tidak mengetahui profesi sampingannya. “Kalau di-booking menginap, saya bilangnya menginap tempat temen untuk belajar kelompok. Makanya tas saya isinya buku pelajaran terus,” tukasnya.

Menurut Rh, ia bisa menjadi WP (wanita panggilan) karena terinspirasi cerita dewasa yang kerap dibacanya di internet. Sementara, kegadisannya sudah hilang saat usianya masih 16, direnggut pacar. ’’Dia mengaku cinta sama saya, akhirnya nidurin saya. Setelah itu, dia ninggalin begitu saja. Ya, sudah telanjur,” katanya.

Karena itulah, ia makin berani menjual tubuhnya kepada lelaki yang butuh kehangatan. ’’Transaksinya dari Facebook. Per pekan bisa dua pelanggan yang mengajak saya kencan. Lumayan, kalau Rp4 juta per bulan saya dapat. Tetapi, saya nggak setiap hari kencannya. Hanya hari-hari tertentu saja, kan saya masih sekolah,” ungkapnya.

Dilanjutkan, di benaknya paling dalam, ia ingin berhenti menjadi ayam abau-abu. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak mungkin dilakukan saat ini. Sebab, ia masih butuh biaya untuk sekolah. ’’Jadi kalau untuk sekarang, nggak dulu lah. Tetapi ke depannya nggak tahu,” pungkasnya. (p5/c1/whk/jpnn)

loading...
Click to comment
Interest

Izinnya Belajar Kelompok, Eh Ternyata Jadi Wanita Panggilan

BANDAR LAMPUNG – Situs-situs dewasa di internet sungguh memberi pengaruh negative bagi masyarakat. Awalnya penasaran dan akhirnya berkeinginan untuk mencoba dengan mempraktikkan dengan sang pacar. Telanjur basah, ia lantas memutuskan menjadi ayam abu-abu – siswi SMA yang berprofesi sebagai wanita panggilan.

Jika dilihat dari parasnya yang cantik, tubuhnya mungil, kulitnya putih bersih, rambutnya panjang sepinggang pria mana yang tidak tertarik. Bulu matanya juga tebal dan matanya yang sipit makin mempercantik dirinya.

Saat berbicara, giginya terlihat putih dan tersusun rapi serta tampak bersih. Sekilas mirip artis dangdut papan atas Cita Citata. Itulah tampilan fisik Rh, siswi salah satu sekolah negeri di Lampung yang berprofesi sampingan sebagai ayam abu-abu.

Dengan sedikit malu-malu, remaja berusia 17 tahun ini menceritakan awal kisahnya menjadi ayam abu-abu kepada Radar Lampung (JPG). Dia mengaku terpaksa menyajikan tubuhnya untuk dinikmati siapa saja yang siap membayar dengan tarif kencan yang sudah ditentukannya karena faktor ekonomi.

Rh mengungkapkan, dengan menjadi ayam abu-abu, dirinya juga bisa mengikuti tren masa kini dan tampil modis. Ia juga tidak memberatkan beban orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh tani.

“Untuk bisa ’main’ dengan saya, tarifnya Rp500 ribu sekali main. Jika menginap Rp1,5 juta. Tetapi biasanya yang sampai menginap itu pejabat yang pakai,” akunya.

[NEXT-FAJAR]

Dia menyatakan orang tuanya tidak mengetahui profesi sampingannya. “Kalau di-booking menginap, saya bilangnya menginap tempat temen untuk belajar kelompok. Makanya tas saya isinya buku pelajaran terus,” tukasnya.

Menurut Rh, ia bisa menjadi WP (wanita panggilan) karena terinspirasi cerita dewasa yang kerap dibacanya di internet. Sementara, kegadisannya sudah hilang saat usianya masih 16, direnggut pacar. ’’Dia mengaku cinta sama saya, akhirnya nidurin saya. Setelah itu, dia ninggalin begitu saja. Ya, sudah telanjur,” katanya.

Karena itulah, ia makin berani menjual tubuhnya kepada lelaki yang butuh kehangatan. ’’Transaksinya dari Facebook. Per pekan bisa dua pelanggan yang mengajak saya kencan. Lumayan, kalau Rp4 juta per bulan saya dapat. Tetapi, saya nggak setiap hari kencannya. Hanya hari-hari tertentu saja, kan saya masih sekolah,” ungkapnya.

Dilanjutkan, di benaknya paling dalam, ia ingin berhenti menjadi ayam abau-abu. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak mungkin dilakukan saat ini. Sebab, ia masih butuh biaya untuk sekolah. ’’Jadi kalau untuk sekarang, nggak dulu lah. Tetapi ke depannya nggak tahu,” pungkasnya. (p5/c1/whk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top