KOPEL Beri Rapor Merah DPRD Bulukumba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

KOPEL Beri Rapor Merah DPRD Bulukumba

FAJARONLINE, BULUKUMBA — Komite pemantau legislatif (KOPEL) Bulukumba memberikan penilaian rapor merah terhadap satu tahun kinerja para anggota DPRD periode 2014-2019. Menurutnya, selama satu tahun bekerja, belum ada yang dilihat hasilnya. Bahkan kopel menyebutkan para wakil rakyat tersebut seringkali melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah tanpa ada hasil.

“Ketimbang kunker yang ngabisin waktu, lebih baik membahas kebijakan-kebijakan penting ke depan untuk masyarakat Bulukumba,” kata Direktur Kopel Muhammad Jafar.

Menurut Jafar kalau 40 anggota DPRD yang di pilih dari empat daerah pemilihan telah melaksanakan tugas mereka selaku wakil rakyat selama satu tahun, namun sangat di sayangkan karena kinerja para anggota DPRD dinilai masih sangat tidak memuaskan, hal ini dapat di lihat dari kinerja para anggota DPRD.

Jafar menyebutkan kalau selama satu tahun 40 anggota DPRD Bulukumba yang bekerja masih melihat beberapa hal ini yang indentik sama dengan DPRD priode lalu, yakni kebiasaan jalan keliar daerah dengan alasan kunjungan kerja atau studi banding, yang menjadi masalah adalah hasil dari perjalanan dinas keluar daerah tersebut.

“Masyarakat tidak pernah larang anggota DPRD untuk kunker atau studi banding keluar daerah, namun yang di tanyakan masyarakat apa hasilnya” kata Jafar.

Bukan hanya itu selama satu tahun kinerja anggota DPRD Bulukumba ini, juga masalah pengawasan sangat lemah yang dilakukan masing-masing anggota DPRD yang ada di dapilnya, ini dapat di lihat dengan masih banyaknya proyek APBD yang berjalan selama ini dikerjakan asal-asalan, namun tidak ada langkah yang diambil anggota DPRD.

“kami dari kopel menilai kalau selama bertugas setahun terahir 40 anggota DPRD sama sekali belum bekerja secara maksimal, sehingga kami nilai mereka gagal untuk mewakili rakyat selama satu tahun” katanya.

Lemahnya pengawasan dapat di lihat dari regulasi yang di hasilkan tidak berjalan dengan baik dan beberapa proyek yang dikerjakan oleh SKPD di Kabupaten Bulukumba dindikasi tidak sesuai dengan bestek (kontrak) namun anggota DPRD yang ada sekarang tidak bisa berbuat apa-apa” katanya.

Sementara itu ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki yang dikonfirmasi menbantah kalau selama ini anggota DPRD Bulukumba tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, bahkan politisi partai golongan karya ini mengatakan kalau selama ini perjalan dinas kunungan kerja maupun bimtek lainya menbawah hasil. ” Saya kira itu tidak benar, kita telah menjalankan tufoksi kita,”katanya.

Menurutnya kalau Rapor merah yang diberikan kepada 40 anggota DPRD salah sasaran, karena saat ini bahkan anggota DPRD Bulukumba melalukan evaluasi terhadap semua program yang ada di semua SKPD mulai tahun 2011-2014 saat ini tengah di evalasi semua program, kalau ada pelanggaran atau temuan dari hasil reses ini akan di rekoemasikan untuk ditindak lanjuti. “Kita telah evaluasi semua SKPD bagaimana serapan anggaran dan kerjanya,” jelasnya. (taq)

loading...
Click to comment
To Top