Barru Kembangkan Energi Alternatif dari Pohon Jarak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Barru Kembangkan Energi Alternatif dari Pohon Jarak

FAJARONLINE, MAKASSAR – Kabupaten Barru diyakini akan menjadi kabupaten mandiri energi yang bersumber dari pohon jarak. Pengembangan industri bahan bakar nabati ini dimulai dari industri rumahan tetapi diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati hasilnya.

Hal itu disampaikan oleh CEO Bionas Hendry H Widjaya saat meninjau mesin pengolah bahan bakar nabati jarak di Cilellang Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru, awal Agustus lalu. Kapasitas industri rumahan ini mampu mengolah 90 ton buah jarak dalam sebulannya yang mampu menghasilkan 30 ton bahan bakar nabati.

Tanaman jarak pagar (Jathropa Curcas) adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Tanaman ini berasal dari Afrika Selatan dan sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dekade 40-an, saat penjajah Jepang menggunakan minyak jarak untuk penerangan di rumah-rumah dan sumber energi untuk menggerakkan alat-alat perang.

Potensi terbesar tanaman Jarak Pagar terdapat pada buah yang terdiri dari biji dan cangkang (kulit). Pada biji terdapat inti biji dan kulit biji. Inti biji ini yang menjadi bahan dasar pembuatan biodiesel, sumber energi pengganti solar. Setelah melalui proses pemerahan, dari inti biji akan dihasilkan bungkil perahan, yang kemudian diekstraksi. Hasilnya berupa minyak Jarak Pagar dan bungkil ekstraksi. Minyak jarak pagar digunakan untuk penyabunan dengan hasil akhir berupa sabun dan metanolisis/etanolisis yang kemudian diproses menjadi biodiesel dan gliserin yang digunakan untuk pembangkit genset, kendaraan diesel ataupun kompor jarak pagar.

Sedangkan bungkil ekstraksi bisa menghasilkan pupuk, menjadi bahan dasar pembuatan biogas pengganti minyak tanah, dan melalui proses ekstoksifikasi dapat menghasilkan pakan ternak.

Program ini merupakan kerjasama antara Bionas dengan Universitas Negeri Makassar (UNM). Rektor UNM Prof Aris Munandar yang turut hadir dalam launching industri rumahan bahan bakar nabati dari pohon jarak di Cilellang tersebut mengemukakan, program membangun industri masyarakat dari pinggiran ini sejalan dengan program nasional, kerjasama yang dilakukan ini merupakan tindakan nyata dalam upaya memenuhi kebutuhanenergi nasional di negara kita. “Saat ini pemerintah tengah mencanangkan program penggunaan minyak jarak pagar (Jathropa Curcas) sebagai pengganti minyak solar secara nasional. Program ini dapat berhasil dengan baik jika terjadi kerjasama yang baik diantara pemerintah dan masyarakat. Masalahnya, sebagian masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi utama belum mengetahui adanya sumber energi alternatif ini,” kata Aris Munandar. (rilis/aci)

loading...
Click to comment
To Top