Jika Polisi dan Jaksa jadi Pimpinan, Lebih Baik KPK Dibubarkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Jika Polisi dan Jaksa jadi Pimpinan, Lebih Baik KPK Dibubarkan

JAKARTA—Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S. Pane mengatakan, pihaknya mendapat informasi akan ada dua wanita masuk pimpinan KPK, dan dari kejaksaan dan polisi.

Ia menyayangkan unsur polisi dan kejaksaan diloloskan dalam seleksi capim KPK. Kalau caranya seperti ini maka IPW berpendapat lebih baik KPK dibubarkan saja karena percuma tidak akan efektif dan IPW mendukung pernyataan Megawati untuk membubarkanKPK.

“Ini Polri dan Jaksa hendak merubah KPK, tapi mereka sendiri tidak mau berubah. Polisi tidak perlu repot memasukan anggotanya ke KPK karena kalau polisi bisa berubah, maka KPK sebenarnya tidak diperlukan lagi. Jadi daripada cape-cape merubah KPK, lebih baik polisi merubah dirinya sendiri dulu.” Tandas Neta, di Jakarta, Senin (24/8).

Dikatakan, jika ada unsur Polisi dan Jaksa yang menjadi komisioner KPK maka KPK tidak akan berdaya dalam menghadapi institusi polisi dan jaksa. KPK  itu hadir karena polisi dan jaksa tidak serius memberantas korupsi dan bahkan aksi korupsi masih marak di kedua institusi itu sendiri.

“Masyarakat tidak akanb bisa berharap pada KPK kalau ada polisi dan jaksa menjadi komisioner KPK. Selain itu langkah mereka juga tergolong masih rendah dan tidak mungkin punya keberanian untuk membenahi polisi. Kalau tidak punya peran apa-apa di KPK untuk apa negara masih mempertahankan KPK karena hanya akan membuang uang negara ratusan miliar, jadi bubarkan saja.” Tegasnya.

Selain itu peran KPK yang seharusnya mensupervisi Polri dan Kejaksaan juga tidak akan bisa berjalan. “Bagaimana mungkin kalau kedua orang dari unsur polisi dan jaksa itu terpilih dan memiliki tugas supervisi bisa dilakukan kalau yang jadi supervisornya pangkatnya lebih rendah dari yang disupervisi.” Tanya dia.

“Ini tidak masuk akal dan justru bertentangan dengan maksud UU KPK itu sendiri menjadi supervisor. Seharusnya yang menjadi supervisor pangkatnya sama dengan yang disupervisi, karena kalau tidak pimpinan KPK akan dilecehkan.” Kata Neta. (fmc)

Click to comment
To Top