Berhenti Jadi Pegawai Honorer Imigrasi, Malah Jadi Begal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Berhenti Jadi Pegawai Honorer Imigrasi, Malah Jadi Begal

MEDAN – Tidak menyangka jika Zul, remaja berusia 19 tahun penduduk Perumnas Mandala, Medan, merupakan pelaku kejahatan jalanan yang sudah beraksi puluhan kali. Tak tanggung-tanggung, aksi yang sering disebut begal ini telah dilakukannya sebanyak 50 kali di wilayah Kota Medan sekitar.

Namun, aksi Zul harus berakhir ditangan petugas Polsek Medan Barat. Remaja yang mengaku pernah bekerja sebagai pegawai honorer di Imigrasi Batam ini ditangkap polisi dari kawasan Jalan Denai, Minggu (23/8) dinihari saat tengah merencanakan aksi perampokan.

Zul diringkus polisi tidak sendirian, tetapi bersama seorang rekannya Wahyu Sabri (18) penduduk Perumnas Mandala. Menurut pengakuan Zul saat dihadirkan di Mapolsek Medan Barat Senin (24/8) siang, ia sering beraksi di kawasan Kanal Delitua bersama rekannya yang berjumlah 6 hingga 10 orang, dengan mengendarai 4, 5 atau lebih sepeda motor.

“Kami ketemunya di Jalan Halat dan terkadang di SPBU Jalan Bakti. Kami, telepon-teleponan setelah itu kami ke Kanal Delitua, mainnya jam 1 malam,” aku remaja yang pernah mendekam di sel Polsek Medan Baru ini.

Dikatakannya, setiap harinya pasti beraksi dan berpindah-pindah tempat. Targetnya merupakan pengendara sepeda motor yang melintasi sendirian. “Target kami sehari satu atau dua sepeda motor. Setelah dapat, lalu kami pulang,” tutur Zul.

Ia menjelaskan, setelah berhasil merampas sepeda motor milik korban selanjutnya diserahkan kepada rekannya bernama Rendi untuk dijual. “Hasilnya kami bagi rata sama yang ‘main’, biasanya, aku dapat Rp 300 ribu. Soalnya, peranku menendang sepeda motor korban sampai terjatuh,” katanya.

[NEXT-FAJAR]

Zul menceritakan, menjadi pelaku begal sudah dilakoninya sejak 2014 lalu. Kata dia, aksi kejahatan ini satu-satunya pekerjaan setelah berhenti menjadi pegawai honorer Imigrasi di Batam.

“Mau gimana lagi, kerjaanku enggak ada. Dulu aku sempat kerja, tapi orang tuaku minta pulang. Maklumlah bang, aku anak paling kecil. Jadi, mau enggak mau aku ikut aja dan akhirnya begini,” ucap anak bungsu dari sembilan bersaudara ini.

Disinggung hasil uang kejahatannya dipergunakan untuk apa, Zul berdalih kecanduan dunia malam. “Ketagihan dugem aku bang, makanya kayak gini. Kebawa-bawa dari Batam sampai di Medan hingga sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kompol Siswandi mengatakan Zul bersama rekan-rekannya memang sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) pihaknya. “Mereka ini sudah puluhan kali merampok, dan kita masih memburu tersangka lainnya berinisial R. Sebab, R inilah yang menjadi otak aksi perampokan ini sekaligus penjual sepeda motor curian,” ujar Siswandi.

Lebih lanjut ia mengatakan, Zul dan Wahyu ditangkap berdasarkan laporan korbannya bernama Gustiawan Pratama (22) penduduk Jalan Muchtar Basri Gang Suratman, yang dirampok di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, depan Swalayan Maju Bersama pada Sabtu lalu sekira pukul 02.15 WIB. (ris/jpnn)

Click to comment
To Top