Begini Cara Tanri Abeng Stabilkan Rupiah yang Tembus Rp16 ribu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Begini Cara Tanri Abeng Stabilkan Rupiah yang Tembus Rp16 ribu

MAKASSAR, FAJARONLINE — Saat era presiden Soeharto, tahun 1997, nilai tukar rupiah terhadap dolar pernah tembus hingga Rp16.500 per US dolar.

Tapi, pemerintah sukses menstabilkan rupiah, hingga kembali di kisaran Rp10.000. Rupanya ini tidak lepas dari kerja-kerja cerdas salah satu menterinya, Tanri Abeng.

Bagaimana cerita putra Selayar yang juga Alumni Fakultas Ekonomi Unhas ini menstabilkan rupiah?

“Sebenarnya, krisis saat ini bukan apa-apa, dan tidak masalah. Dahulu, waktu saya Menteri BUMN, rupiah itu melemah dari Rp2.000 menjadi Rp16.500 hanya dalam jangka beberapa bulan. Bayangkan berapa kali lipat peningkatannya. Pertumbuhan ekonomi kita, minus 14 persen,” kata dia dalam kesempatan bincang-bincang dengan wartawan FAJAR, beberapa waktu lalu.

Hal yang dilakukan Tanri, saat itu, adalah adalah melempar 14 persen saham semen gresik, dengan mendekati banyak investor luar negeri. “Saya juga berikan konsesi atau sewa lahan ke Pelindo II dan PElindo IV, dan kita dapat US600 juta. Rupanya, dampaknya terhadap pasar modal bagus. Pasar modal merespons, bahwa pemerintah mennggenjot peluang investasi. Rupiah langsung kembali pulih,” ceritanya.

Nah, di kabinet Jokowi, banyak hal yang bisa dilakukan. Tanri menilai, saling menyalahkan yang sempat terjadi di tubuh Menteri Kabinet Joko Widodo – Jusuf Kalla, menjadi salah satu pemicu turunnya pasar saham dalam negeri, sehingga rupiah ikut melemah.

“Itu mempengaruhi psikologi pelaku pasar, khususnya pasar modal Indonesia. Investor akhirnya bereaksi, ragu-ragu, dan menarik dananya,” nilai Tanri Abeng, kemarin. Dia mengkritik, menteri justru menyalahkan menteri lain, yang bukan urusannya.

“Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, misalnya, tugasnya dalam hal regulator, dengan mengkoordinasi Menteri Perhubungan dan Menteri Kelautan Perikanan. Sementara Menteri BUMN mengurusi pengelolaannya perusahaan-perusahaan BUMN. Menko Maritim, tentu tidak perlu mengurusi urusan pengelolaan,” terang dia.

Tanri memberi usulan. “Presiden Jokowi agar turun tangan mengambil alih koordinasinya, dan membentuk tim pemulihan ekonomi. Timnya harus benar-benar bekerjasama. Mungkin jalan satu tahun dua tahun,” kata dia.(sbi/wik)

loading...
Click to comment
To Top