Bulukumba Terapkan Kawasan Tanpa Rokok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Bulukumba Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

FAJARONLINE, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba segera merealisasikan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok. Saat ini sosialisasi ke seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) selama sembilan bulan kedepan setelah dimulai 15 Juni lalu. Demikian Kasubag Dokumentasi Hukum, Bagian Hukum Pemkab Bulukumba, A Nur Hikmah di ruang kerjanya, Rabu 26 Agustus. Sesuai UU Nomor 36 Tahun 2009 tantang kesehatan dan peraturan pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2011 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adikatif, perlu dibuat perda tentang kawasan tanpa rokok. “Hal ini dilakukan demi terciptanya kawasan sehat, bebas rokok di beberapa wilayah dan fisilitas umum yang bisa menggangu masyarakat lain karena asap rokok,” ujarnya.

Nur Hikmah memjelaskan, untuk beberapa wilayah seperti angkutan umum, perkantoran serta sarana olah raga, tidak boleh sembarangan merokok kecuali ada tempat khusus untuk merokok. Selai itu beberapa tempat seperti fasilitas kesehatan baik rumah sakit, puskemas, puskesdes serta tempat bermain anak dan tempat ibadah tidak boleh didirikan tempat khusus merokok. “Bagi mereka yang kedapatan merokok difasilitas umum, akan dikenakan sanksi sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk setiap pelanggaran. Itu pun bertahap setelah diberikan teguran,” ujarnya. (taq)

Click to comment
Makassar

Bulukumba Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

FAJARONLINE, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba segera merealisasikan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok. Saat ini sosialisasi ke seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) selama sembilan bulan kedepan setelah dimulai 15 Juni lalu. Demikian Kasubag Dokumentasi Hukum, Bagian Hukum Pemkab Bulukumba, A Nur Hikmah di ruang kerjanya, Rabu 26 Agustus. Sesuai UU Nomor 36 Tahun 2009 tantang kesehatan dan peraturan pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2011 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adikatif, perlu dibuat perda tentang kawasan tanpa rokok. “Hal ini dilakukan demi terciptanya kawasan sehat, bebas rokok di beberapa wilayah dan fisilitas umum yang bisa menggangu masyarakat lain karena asap rokok,” ujarnya.

Nur Hikmah memjelaskan, untuk beberapa wilayah seperti angkutan umum, perkantoran serta sarana olah raga, tidak boleh sembarangan merokok kecuali ada tempat khusus untuk merokok. Selai itu beberapa tempat seperti fasilitas kesehatan baik rumah sakit, puskemas, puskesdes serta tempat bermain anak dan tempat ibadah tidak boleh didirikan tempat khusus merokok. “Bagi mereka yang kedapatan merokok difasilitas umum, akan dikenakan sanksi sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk setiap pelanggaran. Itu pun bertahap setelah diberikan teguran,” ujarnya. (taq)

Click to comment
To Top