Mengerikan! Kakek Bunuh Diri dengan Pisau Tertancap di Leher – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Mengerikan! Kakek Bunuh Diri dengan Pisau Tertancap di Leher

SUKABUMI – Masyarakat Kampung Cimahpar RT 3/2 Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan mayat berlumuran darah, dengan pisau menancap di bagian leher kanan sekitar pukul 06.00 WIB, kemarin (24/8).

Jenazah yang diketahui bernama Apandi (60) itu diduga melakukan bunuh diri dengan pisau dapur yang ditusukkan ke bagian leher sebelah kanan dengan kedalaman 5-7 cm. Korban mengalami pendaharan hebat hingga tewas di tempat.

Informasi yang dihimpun, sebelum meninggal aktivitas korban tidak ada yang mencurigakan serta tidak memberikan tanda-tanda yang aneh. Korban ditemukan tergeletak di teras dapur. Setiap hari korban tinggal seorang diri di rumahnya karena semua anak-anaknya sudah menikah.

Korban ditemukan putrinya Indri (32) sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut Indri, ia melihat ayahnya tergeletak bersimbah darah saat dirinya hendak memasak untuk kebutuhan bapaknya itu.

“Saya melihat bapak saya tergeletak di teras dapur dengan pisau menancap di leher sebelah kanan,” terang Indri kepada Radar Sukabumi.

Sontak, ia pun langsung berteriak dan meminta tolong kepada tetangganya. Tidak lama kemudian, warga pun langsung berkerumun memberikan pertolongan dan tak sedikit hanya penasaran untuk melihat korban.

Mendapatkan informasi itu, jajaran Polsek Sukaraja pun langsung melakukan identifikasi. Namun sayang, usaha polisi untuk melakukan autopsi gagal lantaran pihak keluarga menolak.

“Kami tidak mau bapak saya diapa-apakan lagi, lebih baik bapak saya segera dimakamkan,” imbuhnya.

Ia juga tidak menduga ayah kandungnya senekat itu. Terlebih, dirinya tidak melihat tanda-tanda aneh sebelum meninggal.

“Aktivitas kesehariannya seperti biasa, kami tidak mendapatkan firasat apapun,” jelasnya.

Namun, ia mengakui jika ayahnya sempat mengalami depresi setelah ditinggal mati oleh istrinya.

“Apalagi bapak pernah tertipu saat mau menikahi salah satu wanita. Tetapi sebenarnya sudah lama dan sudah selesai,” bebernya.

Sementara Kapolsek Sukaraja, Kompol M Nurul Taupana menjelaskan, setelah pihaknya mendatangi tempat kejadian perkara  (TKP), korban langsung dievakuasi ke RSUD Syamsudin SH.

“Tetapi tidak diautopsi karena keluarganya menolak. Makanya langsung dikebumikan pada pukul 10.00 WIB,” ucapnya. Nurul juga menduga korban meninggal akibat bunuh diri. (cr5/t).

loading...
Click to comment
To Top