Nenek Ini Terharu Dikunjungi Idris – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Nenek Ini Terharu Dikunjungi Idris

FAJARONLINE, BARRU – Perempuan separuh baya itu tak kuasa menahan air mata haru. Dia tak menyangka, mobil yang berhenti di depan rumah keluarganya, ada Andi Idris Syukur, sosok pemimpin yang dikagumi selama ini.

Awalnya, dua nenek yang keluarganya ikut dibantai penjajah Belanda puluhan tahun lalu itu, mengira yang menghampirinya hanya tamu sekelas Kepala Dusun Lipukasi, Tanete Rilau, Barru. Namun setelah Bupati Barru 2010-2015 itu menyalaminya penuh keakraban, sontak nenek itu memeluknya.

Selama sekitar 30 menit di kolong rumah, dua nenek bergantian menceritakan bagaimana perjuangan keluarganya bersama kakek Idris Syukur, Andi Abd Kadir gigih memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda. “Saya kenal sekali kakek dan bapakmu nak. Kakekmu bersama ayah saya tidak ditahu tempatnya ditembak tentarag Belanda‎,” ujar nenek Isa, sambil terisak menceritakan kenangan pahit itu di depan Idris.

Selain itu, nenek berumur 70 tahun lebih itu juga mengenal baik orangtua Idris, Andi Syukur. Mantan Bupati Barru itu banyak menghabiskan waktu saat masih kanak dan dewasa di desa tersebut. “Petta Syukur bagus orangnya. Makanya, waktu orang tua’ta masih di sini dulu, anak-anaknya banyak saya kenali juga,” ungkapnya sembari beberapa warga yang nimbrung di kolong rumah mengangguk-ngangguk.

Khusus sosok Idris, baik nenek Isa maupun warga yang ada di kolong rumah itu, mengakui berbagai pencapaian dan keberhasilan Barru selama lima tahun terakhir. “Makanya saya tidak pernah mau berpindah memilih kandidat lain. Sejak dulu memang saya dukungki nak,” tegas nenek Isa.

Sebelum Idris pamit dari tempat itu, suasana haru kembali terlihat. Itu setelah, Idris yang dalam pilkada kali ini mendapat nomor urut 3 bersama pasangannya Suardi Saleh menyalami sekaligus memeluk dua nenek tersebut.

Seakan tanda kasih sayang pada seorang anak, dua nenek tersebut langsung memeluk erat Idris,sembari menciumnya, dan mendoakan selalu mendapat hidayah sekaligus terpilih dalam pilkada 9 Desember mendatang. “Insya Allah Nak, keluarga saya pasti dukungki Nak. Hati-hati’ki Nak,” pesannya ke Idris didampingi putra bungsunya Andi Ghyats.

Pemandangan yang sama terjadi di Desa Pancana. Saat Idris mampir duduk di teras gerbang salah satu rumah tokoh masyarakat, tiba-tiba seorang nenek menghampirinya dan langsung memeluknya. Daeng Sia, begitu nenek itu disapa tetangganya menangis tersedu-sedu sembari memeluk Idris. “Pura uwangkalingakki mappidato Nak. Sippada sadda’ta Petta Sukkuru. (Saya pernah dengar bicara, dan suaranya mirip Andi Syukur),” kata nenek tersebut. (rilis)

loading...
Click to comment
To Top