Rupiah Loyo Tak Pengaruhi Pembangunan Rumah Murah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Rupiah Loyo Tak Pengaruhi Pembangunan Rumah Murah

TEMANGGUNG – Kemetrian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat meyakinkan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ini sedang terjadi tidak berpengaruh pada pembangunan perumahan khususnya perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dirjen Penyediaan Rumah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanudin, mengakui saat ini memang terjadi
kelesuan ekonomi akibat turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Namun khusus untuk pembangunan perumahan dampaknya hanya terasa untuk perumahan kelas menengah ke atas, sedangkan untuk perumahan kelas menengah ke bawah tidak terpengaruh karena harganya tetap dipertahankan oleh pemerintah.
“Untuk rumah kelas menengah ke atas memang ada penurunan sekitar 30 hingga 40 persen, tapi kalau kita lihat data terakhir untuk
perumahan menengah ke bawah tidak berpengaruh, justrus lebih besar,” kata Syarif di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (26/5).
Ia menambahkan bila dibandingan tahun lalu pembangunan perumahan untuk warga berpenghasilan rendah justru tahun ini lebih besar. Tahun lalu anggaran subsidi pembiayaan perumahan dari anggaran pendapatan dan belanja negara hanya sebesar Rp 4 trilyun, untuk tahun ini hingga bulan Juli ini saja sudah mencapai Rp 5,1 trilyun.
“Bulan Juli saja dana Rp5,1 trilyun sudah habis, itu mengindikasikan masyarakat begitu cepat membangun rumah dengan dana subsidi
tersubsidi tersebut, saat ini kita tengah siapkan dana tambahan yang bersumber dari subsidi bunga sekitar Rp700 milyar untuk sekitar
200 rumah,” katanya.
Syarif mengatakan yang perlu diperhatikan dalam kondisi kelesuan ekonomi seperti saat ini adalah kemampuan daya beli masyarakat,
sehingga tidak bisa membeli rumah, atau menjadikan rumah sebagai investasi.
“Untuk itulah pemerintah harus mengintervensi untuk memudahkan masyarakat membeli rumah, salah satunya dengan cara
mengurangi uang muka dari lima menjadi satu persen, bunga cicilan juga diturunkan dari 7,2 menjadi 5 persen, jangka waktu cicilan
juga di panjangkan dari semual 15 tahun menjadi 20 tahun,” pungkasnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top