Warga Buat Aturan Larangan Atribut Dipaku di Pohon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Warga Buat Aturan Larangan Atribut Dipaku di Pohon

DEMAK, RAJA – Menjelang Pilkada di Kabupaten Demak, banyak atribut milik pasangan calon bupati dan wakil bupati yang dipaku di pohon. Seperti yang terlihat di sepanjang jalan menuju Pantai Morosari dan Wisata Mangrove sekaligus wisata religi Makma Tengah Laut di daerah Sayung, Kabupaten Demak, membuat pengurus RT menyikapinya.

Pengurus RT dan warga rapat terbuka membahas banyaknya atribut Pilkada yang dipaku di pohon. Akhirnya, disepakati untuk membuat surat keputusan dan akan disampaikan langsung kepada para calon bupati dan wakil bupati bersama tim suksesnya. Isinya, larangan untuk memasang atribut dengan cara dipaku di pohon.

Ketua RT 02/III Dukuh Setro Kidul mengatakan, meskipun pihaknya melarang pemasangan atribut yang dipaku di pohon, dia memastikan dirinya dan warga setempat bukan termasuk golongan putih (golput). “Kami tetap mendukung pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2015 dan menganjurkan semua warga yang sudah masuk di dalam DPT untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya perlu membuat aturan sendiri di lingkungan wilayahnya, karena bila tidak diatur, maka dikhawatirkan pohon di lingkungannya akan menjadi “pameran gratis” gambar pasangan calon bupati dan wakilnya.

“Pada prinsipnya kami tidak melarang pemasangan APK (alat peraga kampanye) di wilayah kami, sepanjang mereka mau modal sendiri dengan memasang tiang sendiri, dengan tidak memaku atau merusak pohon. Kami hanya ingin suasana rukun terjaga, bisa melihat pohon tanpa dirusak dengan paku atau gambar-gambar politik. Kami ingin memilih pemimpin kami sesuai hati bukan karena atributnya. Bagaimana mereka kalau jadi nantinya bila dalam hal aturan pelarangan pemasangan APK di pohon ini sudah dilanggarnya,” pungkasnya. (*)

loading...
Click to comment
To Top