Wow.. Rizal Ramli Ungkap Hasil Main Dwelling Time Sampe Triliunan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Wow.. Rizal Ramli Ungkap Hasil Main Dwelling Time Sampe Triliunan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menggelar rapat untuk membahas mengenai dwelling time, Selasa (25/8).  Salah satu yang disoroti dalam rapat tersebut ialah biaya penyimpanan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Rizal mengatakan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II ikut mengambil keuntungan dari tarif penyimpanan kontainer yang diterapkan perseroan secara murah. Tak tanggung-tanggung, nominalnya bisa mencapai triliunan.

“Biaya penyimpanan kontainer di Tanjung Priok itu murah banget dibanding simpan kontainer di luar di gudang-gudang swasta. Nah, Pelindo memang senang juga kalau kontainernya tetap di situ, karena bayar kan. Walaupun murah, tapi itung-itungan dari tim kami, Pelindo dapat Rp1 triliun itu kalau lama,” papar Rizal di kantornya, Jakarta, Selasa (25/8).

Karena itu, pihaknya telah memutuskan untuk mengubah sistem tarif yang ditetapkan Pelindo. Hal itu bertujuan supaya kontainer yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok tidak menaruh barang dalam tempo lama.

“Jadi kami akan ubah sistem biayanya, (tarif) kami naikkan sehingga importir punya insentif. Jangan terlalu lama di Tanjung Priok, akan keluarkan secepatnya daripada biayanya mahal banget. Jadi kami gunakan pricing policy untuk ubah behaviour,” tegas mantan Menko Perekonomian ini. (chi/jpnn)

loading...
Click to comment
Ragam

Wow.. Rizal Ramli Ungkap Hasil Main Dwelling Time Sampe Triliunan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menggelar rapat untuk membahas mengenai dwelling time, Selasa (25/8).  Salah satu yang disoroti dalam rapat tersebut ialah biaya penyimpanan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Rizal mengatakan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II ikut mengambil keuntungan dari tarif penyimpanan kontainer yang diterapkan perseroan secara murah. Tak tanggung-tanggung, nominalnya bisa mencapai triliunan.

“Biaya penyimpanan kontainer di Tanjung Priok itu murah banget dibanding simpan kontainer di luar di gudang-gudang swasta. Nah, Pelindo memang senang juga kalau kontainernya tetap di situ, karena bayar kan. Walaupun murah, tapi itung-itungan dari tim kami, Pelindo dapat Rp1 triliun itu kalau lama,” papar Rizal di kantornya, Jakarta, Selasa (25/8).

Karena itu, pihaknya telah memutuskan untuk mengubah sistem tarif yang ditetapkan Pelindo. Hal itu bertujuan supaya kontainer yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok tidak menaruh barang dalam tempo lama.

“Jadi kami akan ubah sistem biayanya, (tarif) kami naikkan sehingga importir punya insentif. Jangan terlalu lama di Tanjung Priok, akan keluarkan secepatnya daripada biayanya mahal banget. Jadi kami gunakan pricing policy untuk ubah behaviour,” tegas mantan Menko Perekonomian ini. (chi/jpnn)

loading...
Click to comment
Ragam

Wow.. Rizal Ramli Ungkap Hasil Main Dwelling Time Sampe Triliunan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menggelar rapat untuk membahas mengenai dwelling time, Selasa (25/8).  Salah satu yang disoroti dalam rapat tersebut ialah biaya penyimpanan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Rizal mengatakan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II ikut mengambil keuntungan dari tarif penyimpanan kontainer yang diterapkan perseroan secara murah. Tak tanggung-tanggung, nominalnya bisa mencapai triliunan.

“Biaya penyimpanan kontainer di Tanjung Priok itu murah banget dibanding simpan kontainer di luar di gudang-gudang swasta. Nah, Pelindo memang senang juga kalau kontainernya tetap di situ, karena bayar kan. Walaupun murah, tapi itung-itungan dari tim kami, Pelindo dapat Rp1 triliun itu kalau lama,” papar Rizal di kantornya, Jakarta, Selasa (25/8).

Karena itu, pihaknya telah memutuskan untuk mengubah sistem tarif yang ditetapkan Pelindo. Hal itu bertujuan supaya kontainer yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok tidak menaruh barang dalam tempo lama.

“Jadi kami akan ubah sistem biayanya, (tarif) kami naikkan sehingga importir punya insentif. Jangan terlalu lama di Tanjung Priok, akan keluarkan secepatnya daripada biayanya mahal banget. Jadi kami gunakan pricing policy untuk ubah behaviour,” tegas mantan Menko Perekonomian ini. (chi/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top