KSI, Solusi Mengatasi Sungai Indonesia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

KSI, Solusi Mengatasi Sungai Indonesia

BANJARNEGARA, RAJA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Kongres Sungai Indonesia yang baru pertama kali digelar terlahir karena kegelisahan para pemangku sungai.

“Mereka mencatat bahwa kurang lebih 52 sungai strategis di Indonesia keadaannya tercemar. Bahkan, kondisinya rusak,” katanya saat memberi sambutan dalam pembukaan Festival Serayu Banjarnegara (FSB) II Tahun 2015 dan KSI di Balai Budaya Selamanik, Banjarnegara, Rabu.

Oleh karena itu, kata dia, para pemangku sungai mengajak untuk berembuk guna mencari apa yang harus dilakukan terhadap sungai-sungai itu. Menurut dia, untuk mencari momentum yang tepat pada saat itu tidak cukup mudah. “Lalu kontribusi dari teman-teman dari banyak daerah di Indonesia menyampaikan kepada kita pengalaman masing-masing di tempat masing-masing, ternyata tidak mudah,” katanya.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya mulai mengajak para pemangku sungai untuk bertemu dan membicarakan permasalahan sungai. Menurut dia, pada awalnya banyak yang pesimistis untuk membicarakan permasalahan sungai itu.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya terus memberi dorongan agar mereka tidak pesimistis dengan berkaca terhadap berbagai pengalaman, salah satunya terkait Sungai Code di Yogyakarta. “Code ini bukan hanya problem fisik, tetapi juga problem budaya,” katanya.

Menurut dia, pengalaman terkait Sungai Code itu sangat menarik karena “3M” dalam membuat bangunan atau rumah, yakni mundur dari sempadan sungai, “munggah” (naik) yang berarti tidak boleh lagi membangun bangunan secara horisontal melainkan vertikal, dan “madhep” (menghadap) yang artinya harus mengadap sungai.

Ia mengatakan jika bangunan itu membelakangi sungai, perilaku manusia akan membuat sungai menjadi sampah. “Kalau kita lihat, tidak hanya soal pencemaran tetapi polusi juga ada di situ (sungai, red.), kasur ada di situ, kadang-kadang anjing mati juga ada di situ. Perlakuan kita terhadap sungai akan mempengaruhi kondisi sungai itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Ganjar mengajak momentum Kongres Sungai Indonesia itu dijadikan momentum yang luar biasa dalam membahas permasalahan sungai. Ia mengharapkan kongres tersebut dapat mengeluarkan rekomendasi yang implementatif terkait upaya penyelamatan sungai. “Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik,” katanya.

Kegiatan KSI dalam FSB II Tahun 2015 diikuti sekitar 600 delegasi atau pemangku sungai besar dari berbagai daerah di Indonesia.

KSI yang diselenggarakan hingga tanggal 30 Agustus 2015 diharapkan melahirkan rekomendasi perwujudan gerakan kedaulatan air, sungai, dan pengairan bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bersama. (In)

loading...
Click to comment
To Top