Soal Rekomendasi Capim KPK, Buwas : Jangan Sekedar Formalitas! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Soal Rekomendasi Capim KPK, Buwas : Jangan Sekedar Formalitas!

JAKARTA – Hasil penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW) ada beberapa calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bermasalah. Menanggapi soal itu, Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso mengaku belum mengetahui siapa capim KPK yang bermasalah itu.

Buwas, panggilan karibnya, juga tidak tahu apakah penelusuran ICW itu sama dengan catatan Polri yang sudah diserahkan kepada panitia seleksi capim KPK. “Saya belum tahu siapa yang disebut bermasalah sama ICW, sama atau tidak ya kami tidak tahu,” katanya.

Hanya saja, jenderal bintang tiga yang karib disapa Buwas itu mengingatkan, jika nanti calon yang lolos ternyata sosok yang berdasarkan rekomendasi Bareskrim bermasalah dan harus ditindaklanjuti, maka yang pertama bertanggungjawab adalah panitia seleksi KPK.

“Saya akan tanya, rekomendasi Bareskrim dipakai atau tidak? Kami kan kerja, bukan main-main,” ungkapnya.

Buwas menegaskan, ini bukan masalah memaksakan sepihak kehendak Bareskrim. Namun penelusuran yang dilakukan itu merupakan kegiatan resmi Polri. Data-data yang diserahkan juga otentik, bukan opini.  “Kalau tidak dianggap bagaimana? Memang permintaan (pansel) ke kami cuma mainan? Jadi, ya jangan sekadar formalitas,” ujar Buwas mengultimatum.

Buwas tak ingin disalahkan jika nanti ada capim yang bermasalah atau memiliki catatan pidana diloloskan pansel, kemudian diusut Bareskrim. Sebab, sedari awal Bareskrim sudah memberikan catatan dan rekam jejak para capim sesuai yang dimintakan pansel.

“Saya sudah bilang kan dari awal, jika nanti saya mengusut penegakan hukum jangan seolah-olah disebut kriminalisasi. Teman-teman juga tolong catat itu,” ungkapnya.

Karenanya, Buwas kembali menegaskan, jika calon pimpinan KPK yang dalam catatan Polri memiliki catatan pidana tetap lolos, maka pihaknya akan mempertanyakan kepada pansel. “Jangan nanti saya yang dituduh kriminalisasi, rekayasa, tidak, bukan begitu. Dan satu lagi, Polri tidak ada maksud intervensi,” pungkasnya. (boy/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top