Penyiaran Harus Ramah Bagi Kaum Difabel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Penyiaran Harus Ramah Bagi Kaum Difabel

MAGELANG – Keberadaan kaum Difabel sampai hari ini masih belum mendapatkan perhatian serius dalam dunia penyiaran. Kenyataan ini dikuatkan dengan minimnya kesempatan bagi kaum difabel untuk tampil di televisi maupun radio. Demikian disampaikan Asep Cuwantoro, Komisioner KPID Provinsi Jawa Tengah di sela-sela kegiatan kajian analisa hasil pemantauan penyiaran di Universitas Tidar Magelang, Jumat (28/8).

Tampil di radio dan televisi, menurut Asep, merupakan bagian dari bentuk pemberdayaan kaum difabel dalam meningkatkan kemampuan
dan hal-hal yang dapat dilakukannya. Selain itu, lembaga penyiaran juga wajib memenuhi hak-hak kaum difabel untuk mendapatkan
layanan siaran yang ramah bagi kaum difabel. “Bahkan masih ada lelucon di acara televisi yang mendiskriminasikan kaum difabel,” terang
Asep dalam rilisnya yang diterima Rakyat Jateng (Fajar Grup) sore tadi.
Menurutnya, Undang-undang Dasar 1945 sudah cukup memberikan perlindungan bagi kaum difabel. Sayangnya Undang-undang
Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 justru kurang memberikan tempat bagi kaum difabel.
“Meski begitu, KPI sudah berupaya mengakomodir mengaturnya melalui P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program
Siaran, red),” tegas Asep.
Menurut Direktur Yayasaan SIGAp (Sasana Integritas dan Advokasi Difabel), Joni Yulianto, bahwa difabel selama ini tidak dianggap
sebagai masyarakat yang setara. Menurutnya, media belum memiliki agenda keberpihakan terhadap kaum difabel.
Menurutnya, media bisa menjadi alat yang luar biasa untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Media jangan
hanya menginformasikan tentang kecacatannya, tetapi pada apa hal-hal yang dapat dilakukan oleh kaum difabel. “Masyarakat sipil juga
harus ikut mengontrol media ketika mengangkat isu-isu yang terkait dengan kaum difabel,” tegasnya. (*)

loading...
Click to comment
To Top