Teknologi 5G akan Menguatkan Internet of Things – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Teknologi 5G akan Menguatkan Internet of Things

FAJARONLINE, JAKARTA — Di Intel Developer Forum 2015, eksekutif Intel dan pakar industri menjelaskan bagaimana kemampuan jaringan 5G akan memungkinkan layanan yang lebih cepat, berkurangnya jeda waktu dan lebih banyak perangkat terhubung di seluruh dunia.

“Dengan teknologi 5G, akan lebih mudah untuk terhubung dan tetap terhubung”, kata Aicha Evans, Corporate Vice President and General Manager of the Communication Intel and Devices Group. Sementara kita masih akan perlu provider dan jaringan yang kuat, perangkat kita akan belajar untuk melakukan hal-hal seperti sinkronisasi atau pairing secara otomatis.

“Kami menyebut teknologi 5G adalah perpaduan dari semua teknologi nirkabel,” kata Evans. Penyatuan jaringan yang sudah ada ini, mulai dari 2.5G, 3G, 4G, LTE atau Wi-Fi, akan mengubah cara kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia.

Evans bersama dengan Sandra Rivera, Vice President and General Manager of Intel’s Network Platforms Group, membahas cara-cara di mana teknologi 5G akan memungkinkan berbagai kemampuan baru termasuk menenagai Internet of Things (IoT).

Saat ini, sebagian besar komunikasi kita berada pada transmisi single mode, artinya kita mencari sesuatu dan akan kembali lagi ke kita. Kita menelepon seseorang, kita memiliki komunikasi dua arah.

Dengan teknologi 5G, komunikasi akan menjadi interaktif dan responsif. Evans percaya bahwa pada tahun 2020, ketika teknologi 5G akan terhubung secara global, sekitar 50 miliar “things” akan terhubung.

Bayangkan mobil berkendara sendiri yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan lampu lalu lintas, sistem sensor kota cerdas, peralatan rumah cerdas, sistem otomasi industri, inovasi kesehatan terhubung, drone pribadi, robot dan banyak lagi. Semua hal tersebut perlu terhubungkan secara nirkabel dengan internet.

“Teknologi 5G akan membuat internet menjadi lebih efektif, lebih efisien dari perspektif efisiensi spektral,” kata Evans. “Setiap perangkat dan jaringan IoT tentu akan menggunakannya dan apa yang dibutuhkan serta ketika membutuhkannya, dimana ini berlawanan dengan hanya apa yang tersedia,” katanya.

Evans memperkirakan bahwa hari ini sekitar 30 sampai 40 persen dari populasi dunia terhubung dalam satu atau cara lainnya.

“Kami berharap bahwa selama 10 sampai 20 tahun ke depan seratus persen dari populasi dunia akan terhubung,” katanya. Ini setara dengan 8 atau 9 miliar lebih orang membutuhkan kemampuan jaringan.

“Ini tentang bagaimana orang akan mendapatkan pendidikan, ini tentang bagaimana orang akan memiliki akses informasi,” katanya.

Jaringan yang ada sekarang tidak akan kemana-mana, mereka akan menyalurkan teknologi 5G, memperbarui bersama dengan perangkat dan teknologi. Evans memprediksi bahwa hal-hal yang memakan waktu sedetik, semenit atau bahkan berhari-hari untuk memuat atau mengirim, akan dikirimkan dalam milidetik ketika teknologi 5G telah tersedia.

Bagaimana seluruh data ini disimpan dan dikelola akan menjadi tantangan bagi industri, salah satu penanganan dari Intel dengan pendekatan end-to-end, menggunakan komputasi, jaringan dan keahlian komunikasi nirkabel di seluruh jaringan.

“Kami berpikir bahwa ini akan menjadi fondasi dari gelombang berikutnya dari ekonomi modern karena akan banyak sekalai data-data di sekitar,” kata Evans.(rilis/aci)

loading...
Click to comment
To Top