KOPEL Akan presentasikan Kasus CPI dalam Forum Internasional – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

KOPEL Akan presentasikan Kasus CPI dalam Forum Internasional

JAKARTA- Hari ini, Direktur Monitoring dan Investigasi Korupsi KOPEL Indonesia, Madjid Bati bertolak ke Washington, Amerika Serikat memenuhi undangan USAID untuk short Course on Governance and Anti Corruption at International Law Institute (ILI) in collabiration with George Town University Washington DC dari tanggal 28 Agustus sampai 12  September 2015.

Selain Madjid Bati, USAID juga mengikutkan 20 orang lainnya utusan dari berbagai lembaga lainnya yang konsen terhadap gerakan anti korupsi, seperti KPK dan Kejaksaan. Dari NGO ada, TII, ICW, Yappika, PATTIRO, MAPPI UI, BIGS dan organisasi yang lain. Di Washingtong DC, delegasi akan mengikuti kegiatan yang fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagaimana tindakan pencegahan korupsi dilakukan dengan belajar dari pengalaman Amerika Serikat.

Majid dalam penjelasannya akan mengangkat kasus CPI dalam forum tersebut. CPI menurutnya menarik dijadian studi kasus dugaan potensi korupsi karena modus penganggarannya banyak yang tdk sesuai dengan ketentuan perundangan. Dan menariknya  instusi pemerintah daerah dan DPRD seolah berselingkuh menggolkan mega proyek tersebut.  Proyek CPI merupakan proyek rintisan Syahrul Yasin Limpo–Agus Arifin Nu’man setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008 – 2013. Berdasarkan hasil investigasi KOPEL, ditemukan beberapa penyimpangan dalam proyek CPI, mulai dari perencanaan pembangunan, pemborosan anggaran, hingga kerjasama dengan pihak ketiga yang merugikan daerah.

Proyek CPI merupakan proyek yang tidak masuk dalam RPJMD Sulsel 2008–2013. Sedangkan total anggaran yang sudah dikeluarkan Pemprov Sulawesi Selatan sebesar Rp. 141 Millyar lebih yang bersumber dari APBD Sulsel sejak Tahun 2009-2014. Selain menggunakan dana APBD Sulsel, Pemprov Sulsel juga menggunakan pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp.23 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan CPI. Sehingga total anggaran yang digunakan sebesar Rp.164 miliar lebih. Dan ditahun 2015 proyek CPI mendapatkan lagi tambahan dana dari APBD SulSel sebanyak Rp 60 miliar.

“Aneh sebuah proyek besar yang menggunakan APBD namun tidak masuk dalam RPJMD. Proyek CPI menjadi contoh buruk dalam perencanan pembangunan daerah. Sehingga orang-orang dunia perlu tahu ternyata ada kejadian serius di Sulawesi Selatan”, ujar Madjid Bati (28/8).

Sedangkan dugaan pelanggaran kebijakan juga terjadi dalam kerjasama Pemprov Sulsel dengan PT. Yasmin Bumi Asri pada proyek CPI. Dari penelusuran tim investigasi KOPEL, perjanjian kerjasama antara Pemprov dan PT. Yasmin Bumi Asri diduga tidak melalui persetujuan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dari hasil investigasi tersebut, KOPEL sejak tahun lalu telah melaporkan kasus CPI ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Hingga saat ini kami masih terus berkordinasi dengan KPK”, tambah Madjid.

Sementara itu, Muh. Akil Rahman, Kordinator Divisi Riset dan Pengembangan KOPEL Indonesia memastikan kasus CPI telah ditangani langsung KPK. Menurutnya, laporan KOPEL terkait CPI sudah direspon oleh lembaga anti rasuah tersebut. Saat ini, CPI dalam tahap Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) oleh KPK. “Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas”, ungkapnya. (FO)

Click to comment
To Top