Pimpinan Komisi IX: Benahi Klinik Haji Sudiang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Pimpinan Komisi IX: Benahi Klinik Haji Sudiang

FAJARONLINE, MAKASSAR – Pimpinan Komisi IX DPR RI, H Syamsul Bachri M.Sc meminta pemerintah membenahi klinik haji di Asrama Haji Sudiang. Alasannya, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak lagi layak untuk melayani para Jemaah.

“Kondisi klinik di Asrama Haji Sudiang sangat memprihatinkan. Tempat pemeriksaannya sangat tidak memadahi. Tempat tidurnya dari kayu yang sudah reok-reok. Meja kerja juga tidak terpelihara dengan baik,” beber Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Golkar ini.

Menurut Syamsul Bachri, dari sisi prasarana klinik haji tersebut sangat tidak memadahi. Sumpek tempatnya. Dari sisi tenaga kesehatan, lanjut legislator asal Sulsel ini, sudah berusaha bekerja dengan baik. Meskipun, menurut dia, di beberapa kesempatan juga muncul keluhan dari Jemaah soal perilaku mereka dalam melayani yang tidak ramah.

“Petugas dalam melayani sulit senyum, judes, jutek sebagaimana keluhan Jemaah. Mungkin itu karena capek, mungkin juga karena jumlah mereka yang tidak proporsional dengan Jemaah yang harus dilayani,” kata Syamsul Bachri usai melakukan kunjungan kerja khusus, Minggu, 30 Agustus.

Beberapa penyebab yang ditemukan, lanjut pengurus DPP Golkar ini, sarana dan prasarana ini digunakan hanya musiman. Jadi sifatnya temporer, hanya pada saat musim haji saja. Setelah itu, diam tidak ada aktivitas dan tidak ada yang urus selama 11 bulan.

“Masalah lain yang ditemukan adalah karena diurus dua instansi yang berbeda. Prasarana merupakan milik kementerian agama, sementara alat dan tenaga yang melayani itu dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Perbedaan ini rupanya berdampak pada pelayanan. Karena menurut pengakuan staf, mereka sudah berkali-kali mengajukan ke pemerintah untuk perbaikan, tetapi tidak ada tindak lanjut. Satu sisi Dinas Kesehatan tidak bisa berbuat karena wilayah Departemen Agama, di sisi lain Departemen Agama tidak bisa melakukan pengadaan alat kesehatan karena menjadi kewenangan Departemen Kesehatan.

“Inilah yang menimbulkan masalah sehingga ke depan perlu dibuat unit pelaksana khusus. Bisa saja itu dilakukan pelayanan setiap saat. Bisa dibuat Puskesmas yang melayani secara umum setiap hari bagi masyarakat setempat,” saran Syamsul Bachri.

Puskesmas tersebut, kata dia, pada musim haji, ditutup untuk umum, sehingga khusus melayani Jemaah haji. Tapi di luar musim haji, dibuka untuk melayani masyarakat umum. Dengan demikian, sarana dan prasarananya bisa lebih memadahi dan alat-alatnya lebih baik. Juga, lebih terurus dan bisa memberikan pelayanan optimal. “Saya kira kalau klinik haji itu jadi Puskesmas, maka akan bisa termanfaatkan secara lebih baik,” harapnya. (rilis)

loading...
Click to comment
To Top