Ganjar Canangkan Gerakan Restorasi Sungai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ganjar Canangkan Gerakan Restorasi Sungai

BANJARNEGARA, RAJA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan restorasi sungai-sungai di Indonesia agar kelestariannya tetap terjaga dan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

“Setelah hubungan antara sungai dan manusia tidak harmonis, membuat hubungan antarmanusia yang sama-sama memanfaatkan sungai menjadi tidak harmonis pula dan ketidakharmonisan hubungan tersebut merupakan indikasi matinya kearifan lokal yang kita miliki,” kata Ganjar saat menyampaikan pesan kebudayaan pada penutupan Kongres Sungai Indonesia di Banjarnegara, Minggu.

Menurut Ganjar, musibah tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara beberapa waktu lalu akibat ketidakharmonisan hubungan antara manusia dan alam selama ini. “Kenapa tidak harmonis? Karena manusia secara sendiri-sendiri maupun bersama selalu menuntut dan memaksa alam atau memeras alam untuk kesejahteraannya sendiri, tanpa mengindahkan kesejahteraan dan lupa kebaikan alam kepada manusia sehingga terjadi hubungan sepihak untuk keuntungan manusia saja,” ujarnya.

Disamping musibah tanah longsor, kata dia, kondisi kemarau yang panjang tahun ini, membuat Banjarnegara sangat ideal sebagai titik pijak introspeksi diri bagaimana kita secara kolektif dalam memperlakukan alam selama ini. “Intropeksi total ini, dimaksudkan sebagai landasan Revolusi Mental untuk dapat mengubah pola pikir dari manusia perusak sungai menjadi pemelihara sungai dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Ganjar mengatakan Kongres Sungai Indonesia ini, semua pihak dapat memahami kompleksitas permasalahan hubungan sungai dan manusia yang memanfaatkannya, serta hubungan antarmanusia yang mendapatkan manfaat dari sungai.

Selain itu diharapkan dapat menemukan model pengelolaan sungai pada umumnya, dan khususnya masalah kerusakan sungai dan daerah alirannya. Pemahaman baru diharapkan dapat melahirkan perspektif baru, paradigma baru, dan politik baru dalam bergaul dengan alam umumnya, khususnya sungai. “Kongres ini bukan akhir dari suatu kegiatan tetapi merupakan awal dari hajatan besar bersama memulihkan kembali kesejahteraan alam dan sungai, serta untuk kesejahteraan manusia secara lestari karena kita sadar bahwa kesejahteraan alam tergantung kesejahteraan manusia dan kesejahteraan manusia tergantung kesejahteraan alam,” ujarnya.

Kesejahteraan tersebut, kata Ganjar, dapat dicapai melalui kerja nyata seperti gerak tanam, gerak bersih, gerak santun, gerak seni, gerak tari, dan gerak budaya serta gerak gotong royong. (In)

loading...
Click to comment
Ragam

Ganjar Canangkan Gerakan Restorasi Sungai

BANJARNEGARA, RAJA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan restorasi sungai-sungai di Indonesia agar kelestariannya tetap terjaga dan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

“Setelah hubungan antara sungai dan manusia tidak harmonis, membuat hubungan antarmanusia yang sama-sama memanfaatkan sungai menjadi tidak harmonis pula dan ketidakharmonisan hubungan tersebut merupakan indikasi matinya kearifan lokal yang kita miliki,” kata Ganjar saat menyampaikan pesan kebudayaan pada penutupan Kongres Sungai Indonesia di Banjarnegara, Minggu.

Menurut Ganjar, musibah tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara beberapa waktu lalu akibat ketidakharmonisan hubungan antara manusia dan alam selama ini. “Kenapa tidak harmonis? Karena manusia secara sendiri-sendiri maupun bersama selalu menuntut dan memaksa alam atau memeras alam untuk kesejahteraannya sendiri, tanpa mengindahkan kesejahteraan dan lupa kebaikan alam kepada manusia sehingga terjadi hubungan sepihak untuk keuntungan manusia saja,” ujarnya.

Disamping musibah tanah longsor, kata dia, kondisi kemarau yang panjang tahun ini, membuat Banjarnegara sangat ideal sebagai titik pijak introspeksi diri bagaimana kita secara kolektif dalam memperlakukan alam selama ini. “Intropeksi total ini, dimaksudkan sebagai landasan Revolusi Mental untuk dapat mengubah pola pikir dari manusia perusak sungai menjadi pemelihara sungai dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Ganjar mengatakan Kongres Sungai Indonesia ini, semua pihak dapat memahami kompleksitas permasalahan hubungan sungai dan manusia yang memanfaatkannya, serta hubungan antarmanusia yang mendapatkan manfaat dari sungai.

Selain itu diharapkan dapat menemukan model pengelolaan sungai pada umumnya, dan khususnya masalah kerusakan sungai dan daerah alirannya. Pemahaman baru diharapkan dapat melahirkan perspektif baru, paradigma baru, dan politik baru dalam bergaul dengan alam umumnya, khususnya sungai. “Kongres ini bukan akhir dari suatu kegiatan tetapi merupakan awal dari hajatan besar bersama memulihkan kembali kesejahteraan alam dan sungai, serta untuk kesejahteraan manusia secara lestari karena kita sadar bahwa kesejahteraan alam tergantung kesejahteraan manusia dan kesejahteraan manusia tergantung kesejahteraan alam,” ujarnya.

Kesejahteraan tersebut, kata Ganjar, dapat dicapai melalui kerja nyata seperti gerak tanam, gerak bersih, gerak santun, gerak seni, gerak tari, dan gerak budaya serta gerak gotong royong. (In)

loading...
Click to comment
Ragam

Ganjar Canangkan Gerakan Restorasi Sungai

BANJARNEGARA, RAJA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan restorasi sungai-sungai di Indonesia agar kelestariannya tetap terjaga dan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

“Setelah hubungan antara sungai dan manusia tidak harmonis, membuat hubungan antarmanusia yang sama-sama memanfaatkan sungai menjadi tidak harmonis pula dan ketidakharmonisan hubungan tersebut merupakan indikasi matinya kearifan lokal yang kita miliki,” kata Ganjar saat menyampaikan pesan kebudayaan pada penutupan Kongres Sungai Indonesia di Banjarnegara, Minggu.

Menurut Ganjar, musibah tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara beberapa waktu lalu akibat ketidakharmonisan hubungan antara manusia dan alam selama ini. “Kenapa tidak harmonis? Karena manusia secara sendiri-sendiri maupun bersama selalu menuntut dan memaksa alam atau memeras alam untuk kesejahteraannya sendiri, tanpa mengindahkan kesejahteraan dan lupa kebaikan alam kepada manusia sehingga terjadi hubungan sepihak untuk keuntungan manusia saja,” ujarnya.

Disamping musibah tanah longsor, kata dia, kondisi kemarau yang panjang tahun ini, membuat Banjarnegara sangat ideal sebagai titik pijak introspeksi diri bagaimana kita secara kolektif dalam memperlakukan alam selama ini. “Intropeksi total ini, dimaksudkan sebagai landasan Revolusi Mental untuk dapat mengubah pola pikir dari manusia perusak sungai menjadi pemelihara sungai dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Ganjar mengatakan Kongres Sungai Indonesia ini, semua pihak dapat memahami kompleksitas permasalahan hubungan sungai dan manusia yang memanfaatkannya, serta hubungan antarmanusia yang mendapatkan manfaat dari sungai.

Selain itu diharapkan dapat menemukan model pengelolaan sungai pada umumnya, dan khususnya masalah kerusakan sungai dan daerah alirannya. Pemahaman baru diharapkan dapat melahirkan perspektif baru, paradigma baru, dan politik baru dalam bergaul dengan alam umumnya, khususnya sungai. “Kongres ini bukan akhir dari suatu kegiatan tetapi merupakan awal dari hajatan besar bersama memulihkan kembali kesejahteraan alam dan sungai, serta untuk kesejahteraan manusia secara lestari karena kita sadar bahwa kesejahteraan alam tergantung kesejahteraan manusia dan kesejahteraan manusia tergantung kesejahteraan alam,” ujarnya.

Kesejahteraan tersebut, kata Ganjar, dapat dicapai melalui kerja nyata seperti gerak tanam, gerak bersih, gerak santun, gerak seni, gerak tari, dan gerak budaya serta gerak gotong royong. (In)

loading...
Click to comment
To Top