Rossi Mengaku Kemenangannya di Silverstone Penuh Drama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Rossi Mengaku Kemenangannya di Silverstone Penuh Drama

SILVERSTONE – Valentino Rossi sukses menggeser Jorge Lorenzo di klasemen sementara MotoGP, usai memenangkan balapan di Sirkuit Silverstone yang basah dan liar, Minggu (30/8) malam WIB.

Namun Rossi mengaku, kemenangan kali ini didapatkannya dengan penuh drama, apalagi rider berkebangsaan Italia itu menghadapi kejutan akhir berupa tantangan dari Danilo Petrucci. Sebelumnya, Rossi mengaku sempat sedikit lega usai kecelakaan Marc Marquez saat sedang berebut tempat dengannya di posisi terdepan.

“Pagi ini ketika aku bangun dan melihat hujan, saya tidak tahu apakah itu kabar baik atau tidak, karena selama musim ini kami tidak memiliki banyak data untuk balapan basah,” ujar Rossi, seperti dilansir dari Crash, usai balapan.

Namun berkat kerja keras tim, Rossi dan Kuda Besi kesayangannya, bisa kompetitif meskipun pembalap berkebangsaan Italia itu start dari posisi keempat.

“Tetapi saya pikir pekerjaan tim saya membuat perbedaan dan juga Yamaha adalah tim fantastis. Dari lap pertama di pemanasan kami menemukan keseimbangan yang baik dan saya senang saya bisa kuat di balapan ini,” ujar Rossi.

Di dalam balapan, Rossi sempat beradu cepat dengan duo Spanyol, Lorenzo dan Marquez. Lorenzo bisa dilewati namun dia tak bisa mengusir Marquez. “Saya membuat awal yang baik dan mencoba untuk pergi, namun Marc datang kepada saya,” kata Rossi.

Rossi ternyata sempat membayangkan, balapan ini akan sama seperti di Assen (Belanda), di mana dia dan Marquez mempertontonkan aksi panas hingga lap terakhir. Namun kali ini show itu tidak ada, karena Marquez terlempar dari motornya.

“Saya melihat dia di kerikil, di layar lebar dan saya tidak bisa mendengar dia di belakang saya, jadi saya santai. Juga karena hujan lagi,” kata Rossi.

Namun tiba-tiba, satu penantang lain muncul, rekan senegaranya, Danilo Petrucci. “Hormat saya untuk dia. Saya sempat memiliki delapan detik dari keuntungan lebih Petrucci, tetapi ketika saya melewati garis, aku hanya empat detik. Saya pikir ‘hummm, ok’. Kemudian lap berikutnya, tiga detik. Untung saja. Tetapi ini adalah MotoGP, Anda tidak pernah dapat bersantai. Dalam setiap situasi, di setiap latihan, orang ingin mengalahkan Anda,” katanya. (adk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top