Temui Gubernur, Pianis Tuna Netra Ungkapkan Hal Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Temui Gubernur, Pianis Tuna Netra Ungkapkan Hal Ini

Mother, how are you today? Here is a note from your daughter.
With me everything is ok. Mother, how are you today?

SEMARANG, RAJA – Lagu ciptaan duo asal Belanda, Maywood, itu mengalun syahdu dari bibir Yohanes bagus Kurniawan Susanto. Siswa SLB A Driya Adhi, Jalan Puri Anjasmoro itu menyanyi dengan iringan keyboard yang dimainkannya sendiri. Sebuah kemampuan luar biasa dari anak yang tuna netra sejak lahir.

Ketika Bagus mengakhiri lagunya, sepuluh orang di ruang tamu Puri Gedeh sontak bertepuk tangan, tak terkecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ya, Minggu (30/8) siang itu, Bagus diantar orangtua dan gurunya mengunjungi rumah dinas gubernur.

Bertemu gubernur adalah impiannya sejak lama. Betul-betul mimpi. “Saya mimpi, di situ saya bisa melihat. Saya melihat Pak Ganjar berbicara, sekarang cuma bisa mendengar saja, suara Pak Ganjar sama dengan di mimpi saya,” kata anak tunggal pasangan Susana (49) dan Thomas Muchsin (52) itu.

Keinginan bertemu gubernur semakin kuat setelah Bagus menjadi juara kategori alat musik dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke-8 tahun 2015 di Palembang. Dalam lomba pada 24-27 Agustus lalu itu, Bagus menang kategori siswa berkebutuhan khusus. Permainan pianonya dengan lagu Indonesia Pusaka dan Gundul-Gundul Pacul memukau dewan juri.

Ganjar pun terkesima. Berulang kali ia meraih kepala Bagus dan mengusap-usapnya. “Terus setelah bertemu gubernur mau apa? Minta hadiah nggak?” katanya.

Di luar dugaan bocah kelahiran Semarang, 26 juni 2004 itu tidak meminta apa-apa. “Saya hanya minta doa restu. Saya ingin jadi musisi, mau mencipta lagu sendiri,” ujarnya.

Namun Ganjar tetap memberi hadiah. Ia meminta putra semata wayangnya, Zinedine Alam Ganjar, mengambil sebuah gitar. Alat musik petik itu dibeli Ganjar dari seorang pengrajin di Sukoharjo. “Produk pengrajin Sukoharjo banyak dikirim ke luar negeri lalu dilabeli merek terkenal. Artinya buatan orang Jawa Tengah itu berkualitas internasional. Ini buat kamu, setelah latihan piano klasik nanti latihan juga gitar klasik ya,” katanya sembari menyerahkan gitar.

Susana, ibu Bagus, menerangkan, putranya belajar keyboard sejak SD kelas 1. Rupanya ia berbakat dan dalam waktu tiga tahun sudah menguasai. Agar lebih serius belajar, Bagus dititipkan ke Semarang Music Center. “Oleh pengajarnya dicoba ke piano, ternyata bisa. Sejak November 2014 lebih serius mempelajari piano,” kata guru SMP Domenico Savio Semarang itu.

Seminggu sekali Bagus diantara ayahnya naik sepeda motor ke Semarang Music Center. Ilmu dari sana dipraktikkan di rumah. Setiap hari ia tekun berlatih hingga menguasai banyak lagu. Di Puri Gedeh, Bagus memerkan kebolehannya dalam beberapa lagu. Diantaranya Suwe Ora Jamu, Indonesia Pusaka, I Love You Daddy, dan Karolis Soundly.

Selain bertalenta, Bagus tergolong anak cerdas. Nilai akademiknya selalu bagus. Sebelumnya ia mengikuti lomba mata pelajaran MIPA tingkat provinsi dan juga meraih juara. “Saya pertama kali main di sekolahan, saya malu karena berantakan. Sejak itu bertekad latihan keras, seneng bisa juara dan bertemu pak gubernur” kata Bagus yang tinggal bersama orangtuanya di Perumahan Jangli Permai itu. (MS)

loading...
Click to comment
To Top