Polisi Ditarik ke Markas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Polisi Ditarik ke Markas

FAJARONLINE, POLEWALI — Suasana tegang pasca bentrok anggota TNI-Polri di Polewali Mandar, masih terasa, Senin 31 Agustus. Pengamanan di kantor Polres dan polsek melibatkan TNI. Bahkan pos-pos lalu lintas di Kabupaten Polman masih kosong. Aktivitas polisi lebih banyak di kantor. Apalagi instruksi Kapolda Sulselbar Irjen Anton Setiadji, menarik anggota polisi di lapangan masuk ke Markas.

Bahkan, pengamanan masuk Polres dan sejumlah Polsek di Polman melibatkan anggota TNI. Meski tegang, aktivitas sebagian besar masyarakat Polman tetap berjalan seperti sediakala. Namun, ada juga mengaku khawatir akan kondisi itu. “Masih was-was juga, apalagi kalau malam. Jangan sampai ada kejadian lagi,” ungkap Iwan, salah seorang mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman). Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar berharap bentrokan antara oknum dua institusi tidak terulang. TNI dan Polri di Polman diharapkan tetap harmonis demi kondusivitas wilayah Polman. “Masyarakat sangat bergantung pada kedua institusi ini, bisa berdamai dan mesra-mesraan, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti sediakala, sebab di luar dugaan dan kejadian sangat cepat,” tuturnya. Ibrahim juga telah bertemu dengan Kapolda Sulselbar, Irjen Anton Setiadji dan Pangdam VII/Wirabuana Mayjen Bachtiar.

“Dengan sangat senetral-netralnya, saya meminta agar tetap menjaga kondisi. Saya juga koordinasi ke Gubernur, kondisi ini, apalagi saat balapan kita itu murni untuk hiburan masyarakat,” ungkapnya. Ibrahim pun mengimbau pada masyarakat Polman, agar tidak terpengaruh isu-isu negatif. “Kita kembali dulu, masyarakat beraktivitas bekerja semula. Tidak usah isu-isu yang tidak menguntungkan masyarakat, beraktivitas kembalilah pergi ke kebun, nelayan cari ikan, normal-normal saja,” katanya. Terpisah, Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Anton Setiadji, mengaku terus berkoordinasi dengan Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar. Anton juga menyayangkan adanya peristiwa tersebut. “Tidak ada yang mengharapkan kejadian itu,” ujarnya. Insiden bentrokan pertama di Sport Center Polman di Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Minggu 30 Agustus, pukul 14.00 Wita telah didamaikan oleh Kapolres Polman, AKBP Agoeng Adi Koerniawan. Pada kejadian itu, anggotkapolda sula Kodim 1401/Majene Praka Laksmono, sedang menonton balapan. Rekannya meli
tasi garis lintasan balapan, ditegur oleh patmor Polres Polman.

Kemudian berkembang sehingga terjadi pertikaian dan perkelahian. “Dan itu sudah didamaikan,” ungkap Anton. Baru pada bentrokan kedua pada pukul 16.00 Wita, terjadi bentrokan susulan. Disitulah penyebab penembakan terhadap Juliadi, anggota Yonif 721 Makkasau, hingga meninggal dunia. Anton menyebut, sesuai keterangan anggota polisi yang diperiksa, mengaku terdesak sehingga terpaksa melakukan penembakan. “Itu keterangan awal yang diperoleh,” ungkapnya. (ham-ver-zaq/ars- har)

Untuk selengkapnya, baca Harian Fajar dan Epaper edisi 1 September 2015

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top