Astaga…!! Rp 100 Juta Gaji Karyawan Digasak Rampok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Astaga…!! Rp 100 Juta Gaji Karyawan Digasak Rampok

PEKANBARU – Perampokan dengan modus menggunakan penodongan senjata api kembali terjadi di Kota Pekanbaru, Senin (31/8) dini hari. Akibatnya, uang senilai Rp100 juta amblas digasak kawanan rampok. Perampokan ini terjadi hanya berselang dua hari dari dua kejadian perampokan di kota itu.

Seperti dikutip dari Riaupos.co (Grup JPNN), Selasa (1/9), kejadian yang dialami Surjadi (52), warga Jalan Beringin Villa Gardenia Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki itu baru saja mengantar teman kerjanya di Jalan Cipta Karya Panam.

Begitu akan pulang ke rumahnya di Labuhbaru Barat, tiba-tiba ia dipepet mobil Toyota Avanza hitam hingga korban berhenti. Kemudian keluar seorang laki-laki menghampiri mobil korban sambil menodong senjata api. Pelaku langsung meminta uang korban. Karena ketakutan, korban langsung menyerahkan uang yang baru diambilnya.

“Korban saat itu sendirian. Uang Rp100 juta diambil untuk membayar gaji karyawan,” ujar Kanit Reskrim AKP Herman Pelani SH, Senin (31/8).

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini. Termasuk apakah senjata api yang digunakan pelaku benar-benar senjata api. “Senjata api yang digunakan pelaku masih ditelusuri, apakah benar atau tidak,” tambahnya.

Kejadian pelaku perampokan dengan menggunakan senpi ini pernah terjadi di Jalan Naga Sakti, kompleks Stadion Utama Riau, Jumat (28/8) lalu sekitar pukul 13.30 WIB. Korbannya Robinson, warga Jalan Dharma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki. Siang itu korban sendirian.

Tiba-tiba datang pelaku menggunakan sepeda motor langsung memukul korban. Pada saat itu korban juga melihat pelaku membawa senpi serta sempat menodongkannya ke korban.

Karena terkejut, korban terjatuh. Pelaku pun dengan cepat langsung merampas sepada motor milik korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian hilangnya sepada motor merek Yamaha Mio BM 4366 AB beserta STNK dan handphone. “Kasus ini juga masih kami dalami,” tutup Herman Pelani.(hsb/sul)

loading...
Click to comment
To Top