Rupiah Keok, Proyek di Solo Aman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Rupiah Keok, Proyek di Solo Aman

SOLO, RAJA – Proyek pembangunan fisik Pemerintah Kota Surakarta tahun 2015 masih aman dan berjalan terus tidak terpengaruh melemahnya nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Sampai sekarang ini masih aman belum ada pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah dengan proyek fisik milik Pemkot Surakarta,” kata Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Surakarta Budi Yulistianto. di Solo, Senin.

Ia menilai proyek pembangunan fisik yang kini dikerjakan belum perlu dilakukan adendum kontrak kerja, melemahnya nilai tukar rupiah belum banyak berimbas besar pada berbagai bahan bangunan. Selain itu penetapan nilai proyek saat kontrak kerja, telah diperhitungkan dengan prediksi kenaikan harga bahan bangunan, serta tingkat inflasi. “Ya jadi kalau pun terjadi kenaikan harga, masih pada koridor nilai proyek sesuai kontrak kerja,” katanya.

Ia tetap optimistis proyek pembangunan tidak terganjal dengan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, proyek tersebut akan rampung tepat sesuai dengan kontrak kerja, yakni akhir tahun anggaran nanti.

Dia mengatakan, fluktuasi harga bahan bangunan, terlindungi regulasi yang jelas melalui penetapan harga eceran tertinggi (HET). Dengan begitu harga bahan bangunan dapat dikendalikan, terlebih jika persentase pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak terlalu ekstrim. “Saat ini 90 persen kegiatan fisik Pemkot 2015 sudah berjalan. Kondisinya aman-aman saja,” kata dia.

Rendahnya serapan APBD 2015 masih di bawah 50 persen, Budi mengatakan hal itu tak selalu berbanding lurus dengan kondisi riil di lapangan. Seluruh proyek fisik yang dianggarkan dalam APBD reguler sudah dilaksanakan, dan sebagian diantaranya hampir selesai.

Ia mengatakan sedangkan proyek fisik yang dianggarkan dalam APBD Perubahan, saat ini baru memasuki proses lelang, masih rendahnya serapan anggaran lebih karena perilaku pelaksana proyek yang umumnya menunda pencairan dana. Bahkan ada, pelaksana proyek yang telah menyelesaikan pekerjaan hingga 90 persen sekalipun, belum juga mencairkan dana.

Ia mengatakan padahal pencairan dana sebenarnya dapat dilakukan sesuai dengan progres pekerjaan. Taruhlah proyek berjalan 35 persen, pelaksana bisa mencairkan dana 30 persen dari nilai proyek. (In)

loading...
Click to comment
To Top