Edan, Jadi Orang Tua Tapi Garap Anak Sendiri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Edan, Jadi Orang Tua Tapi Garap Anak Sendiri

BATAM KOTA – Majelis hakim yang dipimpin Budiman Sitorus didampingi hakim anggota Arif dan Juli akhirnya menyatakan Ac terbukti bersalah mencabuli putri kandungnya Mawar (nama samaran, red) yang masih berusia balita.

Akibat perbuatannya, pria berusia 33 tahun itu dijatuhi hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta di Pengadilan Negeri (PN) Batam, kemarin. Namun mantan karyawan galangan kapal itu tak terima dan mengajukan banding.

Dalam putusannya, majelis hakim mengaku sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Zulna Yosepha. Dimana Ac terbukti bersalah mencabuli putri kandungnya hingga menyebabkan kemaluan balita itu rusak.

Hal itu disimpulkan dari fakta-fakta selama persidangan baik dari keterangan saksi dan terdakwa. Sehingga majelis hakim berkesimpulan, perbuatan Ac tak ada alasan pemaaf. Apalagi Ac merupakan orangtua yang harus melindungi anaknya sendiri.

Namun sebelum memutus majelis hakim mengaku telah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan perbuatan terdakwa merusak masa depan putri kandungnya sendiri, meresahkan masyarakat hingga tak mengakui perbuatannya. Sementara hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan

“Terdakwa terbukti bersalah. Namun tak ada alasan pemaaf sehingga terdakwa harus dihukum,” terang Budiman membacakan surat putusan.

Budiman menjelaskan jika perbuatan Ac terbukti melanggar pasal 82 UU no 23 tahun 2002 tentang pencabulan anak. “Menghukum terdakwa dengan penjara 13 tahun dan membebankan denda Rp 60 juta subsider empat bulan,”terang Budiman mengakhiri.

Sebelum mengakhiri sidang, Budiman sempat menanyakan tanggapann terhadap putusan. Apalagi pihaknya sudah mengurangi hukuman dua tahun dibandingkan tuntutan jaksa yang meminta Ac dihukum 15 tahun penjara.

“Saya banding yang mulia,”tegasnya kepada majelis hakim. Sementara itu, JPU Zulna mengaku pikir-pikir. (she)

To Top