Ketua DPRD Kota Semarang: Masyarakat Harus Waspada di Musim Kemarau – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ketua DPRD Kota Semarang: Masyarakat Harus Waspada di Musim Kemarau

SEMARANG – Kebakaran yang terjadi Selasa (1/9) kemarin masih menyisakan duka bagi korban kebakaran. Warga korban kebakaran rumah yang berada di Jalan Banowati Tengah 4, Rt 3, RW 5 Kelurahan Bulu Lor Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, terlihat sementara waktu mengungsi ke balai RT setempat yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Danik Setiorini dan Nugroho beserta isteri dan anaknya, kini tinggal sementara di balai RT yang beralaskan kasur sisa barang yang diselamatkan dari kebakaran, selain tv, dan motor yang lolos dari kebakaran. Danik yang juga korban kebakaran sedikit terbantu dari apa yang sedang menimpanya.
Bantuan pun terus mengalir dari perorangan maupun PMI serta swadaya warga setempat. Bantuan itu seperti dari BPBD yang memberikan bantuan berupa selimut, pakaian, dan sembako serta terpal untuk tenda.
Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi yang mengetahui hal ini secara spontan langsung mendatangi para korban kebakaran. Pihaknya secara pribadi menyampaikan keprihatiannya kepada para korban kebakaran serta memberikan support mental untuk tabah dalam menghadapi musibah ini.
“Kejadian kebakaran yang terjadi di Semarang kali ini harus yang terakhir, saya mengimbau di musim kemarau yang berkepanjangan ini masyarakat harus ekstra waspada dan hati-hati karena dengan teriknya matahari mudah memicu terjadinya kebakaran,” ungkap Supriyadi.
“Selain itu para pihak yang terkait dengan kebakaran serta bencana yaitu Dinas Kebakaran dan BPPD Kota Semarang harus selalu siap dan sigap jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat untuk menanggulangi bencana maupun kebakaran,” imbuh Supriyadi.
“Bagi warga yang gapuranya ada palang besi saya mengimbau kalau palang itu bisa dibuka dengan mudah, karena dalam kejadian yang terjadi kebakaran di Banowati terkendala karena palang besi yang menutupi akses mobil DAMKAR yang tidak bisa masuk sehingga terjadi keterlambatan pemadam kebaran datang kelokasi,” tegasnya. (ari)

Click to comment
To Top