Ada Kader ‘ISIS’ Ditubuh Golkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Ada Kader ‘ISIS’ Ditubuh Golkar

CIKARANG  –  Entah sampai kapan perseteruan internal Partai Golkar akan berakhir. Perseteruan antara dua kubu masih terus terjadi, teranyar yang terjadi di Kabupaten Bekasi, Jabar. DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi kubu Aburizal Bakrie sudah mengantongi nama-nama pengurus yang ikut dalam kepengurusan kubu Munas Ancol. Saat ini, DPD masih memantau beberapa anggota dewan yang masuk dalam struktur kepengurusan kubu Agung Laksono itu.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Ahmad Budiarta mengaku sudah memiliki nama-nama anggota dewan yang bermain ‘dua kaki’. Namun pihaknya akan mengambil keputusan tegas setelah polemik di tingkat pusat selesai.

Menurut Budiarta, anggota dewan yang ikut dalam barisan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi versi Munas Ancol disebut sebagai ISIS, alias Ikut Sana Ikut Sini. Jika benar demikian, maka beberapa anggota DPRD itu dianggap tidak konsisten dan bakal dikenakan sanksi.

“Ya tentu akan elok kalau yang bersangkutan tidak bersedia namanya dicantumkan. Atau memang ada indikasi anggota dewan yang ISIS alias Ikut Sana Ikut Sini. Kita sudah tahu, hanya kita masih nonton di antara nama yang dicantum jadi penggurus mereka aktif atau tidak,” paparnya.

Saat ini, pihaknya masih memantau keterlibatan beberapa anggota dewan tersebut di kubu munas Ancol. Kata Budiarta, ada dua kemungkinan, yakni memang benar kalau anggota dewan tersebut sebagai pengurus aktif atau sekadar hanya dicatat namanya saja.

“Ya anggota dewan terkait pasti sudah siap di PAW (Pergantian Antar Waktu). Karena itu bukan hanya kemauan kita tapi DPP Partai Golkar (versi Munas Bali),” ujarnya.

Saat ini, sambung Budiarta, seluruh anggota Fraksi Partai Golkar Kabupaten Bekasi sedang dilanda dilematis terkait adanya dualisme kepengurusan. Namun menurut dia, hingga saat ini hanya satu anggota dewan yang aktif di kepengurusan DPD versi Munas Ancol. “Tapi, sejauh ini saya masih melihat tidak ada yang aktif di kubu sebelah selain Pak Kiai Iip,” sambungnya.

Pihak DPD versi Munas Bali untuk sementara ini hanya diinstruksikan untuk mencatat nama-nama anggota dewan yang membelot dari kepengurusan kubu Abu Rizal Bakrie. Jika polemik di internal partai sudah selesai, maka sanksi tegas bakal diberikan bagi anggota dewan yang diketahui membelot.

“Harapannya setelah ada keputusan inkrah ya nyatu lagi di bawah Partai Golkar karena pada dasarnya kami semua keluarga besar Partai Golkar,” tuturnya. (neo/sam/jpnn)

To Top